Senin , 20 November 2017
Home » Artikel » 4 Kebiasaan Perusak Metabolisme Tubuh

4 Kebiasaan Perusak Metabolisme Tubuh

Proses metabolisme tidak hanya dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan olahraga saja. Kebiasaan sehari-hari yang tampaknya tidak berpengaruh terhadap kegemukan, ternyata acap kali berkontribusi besar pada proses metabolisme dalam tubuh.
Nyatanya, naik-turunnya berat badan serta proses tertimbunnya lemak dalam tubuh adalah akibat proses metabolisme yang tidak lancar. Nah, apa saja kebiasaan yang merusak proses metabolisme? Simak empat hal yang mengakibatkan proses metabolisme tak lancar ini.

  1. Makanan tidak pedas
    Sebuah studi baru dalam jurnal Apepetite menemukan fakta bahwa ketika orang menambahkan cabai merah pada hidangan makan malam, mereka merasa lebih kenyang, sehingga makan sebanyak 30 persen lebih sedikit ketimbang mereka yang makan makanan tidak pedas. Makan paprika jenis capsaicin juga ternyata dapat mempercepat metabolisme, karena ia mengontrol pelepasan hormon yang mengatur nafsu makan serta meningkatkan kadar hormon stres pemicu keinginan makan.
  2. Terlalu sering duduk
    Duduk selama tiga jam atau lebih per hari berpengaruh terhadap 74 persen peningkatan risiko sindrom metabolisme penyebab diabetes, penyakit jantung, obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Selain itu, duduk terlalu lama membuat otot tidak bekerja terlalu keras untuk membakar lemak dan berdampak pada sensitivitas hormon insulin.
  3. Tidak mencuci bersih bahan makanan
    Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2012 di Amerika, kesehatan lingkungan sangat terkait dengan polusi lingkungan, seperti pestisida yang digunakan pada sayuran dan buah-buahan. Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa dalam sel laboratorium, polutan tersimpan di jaringan lemak yang menyebabkan peradangan dan akhirnya berpengaruh pada jalur pengaturan metabolisme. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk membeli bahan makanan bersifat organik.
  4. Jarang mencuci tangan
    Menurut peneliti di Pennington Biomedical Center di Universitas Louisiana, ternyata ada hubungan antara virus pernapasan yang disebut adenovirus-36 dan obesitas, seperti sebuah virus yang muncul menjadi sel induk sel lemak. Untuk itu, cucilah tangan sampai bersih untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus tersebut. (RN)
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates