Selasa , 21 November 2017
Home » Artikel » 5 Kebiasaan Sehat yang Salah

5 Kebiasaan Sehat yang Salah

Hidrogen peroksida adalah obat paling ampuh untuk luka. Kita harus minum delapan gelas air putih setiap hari. Setiap kali makan, kita harus menggosok gigi. Dan aturan lain sebagainya untuk kesehatan tubuh.

Mungkin selama ini Anda berpikir bahwa itu semua adalah kebiasaan yang sehat. Sayangnya, beberapa ahli mengatakan hal yang sebaliknya? Terkejut dan ingin tahu mengapa? Inilah alasannya:

1. Berapa kali sehari Anda menyikat gigi?
– Sekali sehari: 28% dari seluruh jawaban responden
– Setelah makan: 6%
– Dua kali sehari, pagi dan sore: 66%

Anda membersihkan gigi Anda di waktu pagi dan sore, jadi mengapa tidak di siang hari juga? Jawabannya, karena terlalu sering menyikat gigi dapat mengikis enamel Anda, terutama jika makanan Anda mengandung asam, kata Jeffrey M. Cole, DDS, presiden Academy of General Dentistry.

Menyikat gigi dua kali sehari selama masing-masing dua menit, sudah cukup. Untuk siang hari, gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makan siang Anda yang mungkin menyangkut di sela-sela gigi.

2. Apa yang Anda lakukan ketika Anda demam?
– Mengonsumsi obat bebas: 44%
– Kompres air dingin: 6%
– Biarkan saja nanti akan sembuh sendiri: 50%

Demam yang tidak begitu tinggi, biasanya bukan pertanda sakit yang parah. Peningkatan suhu sebanyak satu sampai dua derajat, justru bisa mendorong sistem kekebalan tubuh berkerja lebih giat melawan infeksi, kata Elizabeth Repasky, PhD, seorang peneliti di Roswell Park Cancer Institute di Buffalo.

Itu berarti, 44 persen dari Anda yang minum obat dan 6 persen yang mencoba untuk menurunkan suhu tubuh dengan kompres, sebenarnya sedang menghentikan proses positif di dalam tubuh.

Bila Anda mengalami demam, tubuh Anda menggigil, menandakan bahwa Anda sebaiknya segera pindah ke tempat yang lebih hangat, misalnya di bawah selimut. “Saran saya adalah, ‘Jangan melawan dorongan itu’,” kata Repasky.

 Pengecualian: jika demam Anda mencapai 39,5 derajat C atau lebih dan tidak juga turun selama tiga hari. Dalam kondisi demikian, segeralah berobat ke dokter.

3. Apa yang Anda lakukan untuk membersihkan dan mengobati luka akibat terpotong?
– Bilas dengan air, kemudian perban: 29%
– Biarkan saja sampai sembuh sendiri: 40%
– Bersihkan dengan hidrogen peroksida: 31%

Maaf bagi Anda yang tidak memakai perban, Anda melakukan kesalahan. Tidak menutup luka bisa berakibat peradagan akibat infeksi, kata peneliti Harvard Medical School.

Ini berarti waktu penyembuhan akan memakan waktu yang lebih lama dan bekas luka berpotensi meninggalkan bekas berupa jaringan parut. Sementara itu, bagi mereka yang meletakkan harapannya pada hidrogen peroksida, maaf juga. Hidrogen peroksida tidak terlalu efektif membunuh bakteri, menurut penelitian University of Miami.

Adapun salep antibiotik yang dijual bebas, mungkin bisa memicu reaksi kulit yang tidak diinginkan, kata dokter kulit di Texas, Anna Drosou, MD. Jadi, cara benar mengatasi luka adalah, cuci tangan dengan air bersih. Selanjutnya, tambahkan setetes petroleum jelly agar luka tetap lembab kemudian bungkus dengan perban.

4. Bagaimana Anda biasanya berurusan dengan nyeri punggung?
– Minum Tylenol dan berdoa: 12%
– Kompres es batu dan air panas sampai rasa sakit berhenti: 14%
– Terus bergerak dan tetap beraktivitas: 74%

Logikanya, obat bisa menghilangkan dan mengusir nyeri. Faktanya, nyeri bisa saja kembali datang dengan mengabaikan logika. Tahun lalu sebuah studi Lancet menemukan bahwa mengonsumsi acetaminophen dengan tujuan untuk mengobati nyeri punggung, ternyata tidak lebih baik dari mengonsumsi pil gula.

Sementara itu, penelitian di Australia menyimpulkan bahwa kompres air panas bisa meringankan sakit tapi hanya sementara. Sedangkan bukti bahwa kompres air dingin atau es batu dapat meredakan nyeri, sama sekali masih kurang.

Hanya ada satu cara untuk mengenyahkan nyeri di area tulang belakang Anda yaitu dengan terus beraktivitas. “Orang sering takut untuk bergerak padahal itu adalah hal terbaik untuk menyembuhkan sakit punggung dan pinggang,” kata Christopher Maher, PhD, penulis utama studi Lancet.

Tapi, jaga agar aktivitas Anda tidak terlalu berlebihan atau Anda bergerak terlalu cepat. Mulailah dengan berjalan-jalan santai di sekitar blok perumahan kemudian secara bertahap naikkan intensitas aktivitas Anda.

5. Bagaimana upaya Anda agar tetap terhidrasi sepanjang hari?
– Minum delapan gelas air: 54%
– Minum ketika saya haus: 20%
– Minum apa pun yang membuat saya buang air kecil: 26%

Air putih baik untuk Anda, meski itu minuman paling membosankan di dunia. Seringkali ada orang malas minum atau minum hanya seperlunya saja karena tidak suka dengan rasa air putih yang biasa.

Aturan harus minum delapan gelas perhari tidaklah terlalu tepat. Seharusnya, kita minum sesuai dengan aktivitas harian, pola makan, usia, dan iklim, jelas Kavouras, PhD, seorang profesor di University of Arkansas yang mempelajari ilmu tentang hidrasi.

Untuk mengetahui apakah Anda sudah cukup terhidrasi atau belum, lihatlah warna air seni Anda. Jika warnanya jernih dan terang berarti Anda sudah cukup terhidrasi. Jika tidak, berarti Anda harus lebih banyak minum air putih atau infused water (air putih dengan irisan buah favorit). (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates