Senin , 13 November 2017
Home » Artikel » 5 Tips Ajar Anak Disiplin

5 Tips Ajar Anak Disiplin

5 Tips Ajar Anak Disiplin – Dalam mendisiplinkan buah hatinya, masing-masing orang tua memang memiliki cara tersendiri. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar si kecil bisa disiplin:

  1. KonsistenKonsisten menjadi faktor utama mendisiplinkan anak. Misalnya, membuat aturan anak harus mandi pukul 05.30 pagi tapi besoknya, karena orang tua malas bangun pagi, jam mandi anak mundur menjadi pukul 07.00. Sedangkan lusanya, anak mandi pukul 06.30. “Ini sebaiknya dihindari jika memang ingin membentuk anak disiplin dan teratur. Atau contoh lain membuat aturan anak nggak boleh makan cokelat tapi karena nggak tega, peraturan bisa berubah setiap saat. Anak malah bingung,” kata dr Meta seperti dikutip dalam bukunya ‘Play and Learn’.
  2. Kompak dengan pasanganJangan sampai aturan yang dibuat ibu malah berlawanan dengan aturan ayah. Akibatnya, anak bingung dan cenderung mengikuti aturan yang menurut dia paling enak. dr Meta menganjurkan banyak-banyak berdiskusi dengan pasangan bagaimana aturan yang paling pas untuk anak, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
  1. KonsekuenIngat, children see children do. Kita membuat aturan anak harus makan sayur misalnya, tapi kita sendiri sebagai orang tua ogah makan sayur. Sehingga, ketika ayah atau ibu menyuruh anak makan sayur misalnya, maka contohkan pula kegiatan makan sayur pada anak.
  1. Ada kompromiAda kalanya aturan boleh dilanggar. Misalnya ketika anak sakit atau kondisi lain yang memang mengharuskan si anak ‘melanggar’ aturannya.
  1. Beri reward and punishmentJangan lupa puji anak saat ia berhasil mengikuti aturan. Menurut dr Meta, orang tua bisa memeluk, mencium, atau menyiapkan makanan favorit si kecil. Untuk punishment, bisa berupa larangan memainkan mainan favorit, menegur anak dengan nada serius, atau mungkin memberikan time out. “Time out merupakan cara untuk mengendalikan marah dan menghentikan perilaku buruk anak dengan memberinya kesempatan untuk menenangkan diri dan berpikir kembali atas perbuatan yang dia lakukan. Tapi, menerapkan time out sesuaikan dengan masing-masing anak ya,” kata dr Meta. (RN)
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates