Senin , 16 Juli 2018
Home » Artikel » Agar Anak Mau Bergaul Saat Kumpul Keluarga, Begini Caranya

Agar Anak Mau Bergaul Saat Kumpul Keluarga, Begini Caranya

Agar Anak Mau Bergaul Saat Kumpul Keluarga, Begini Caranya

Agar Anak Mau Bergaul Saat Kumpul Keluarga, Begini Caranya (Foto: dok. pusatgreenworld.com)

Agar Anak Mau Bergaul Saat Kumpul Keluarga, Begini Caranya – Kumpul bareng keluarga besar pada momen-momen tertentu memang menyenangkan. Tapi bisa saja anak tidak merasakan hal yang sama. Alhasil mereka nggak mau bergaul dengan saudara-saudaranya.

Cerita kayak gini lazim ditemui pada perayaan hari-hari raya. Jeritan dan tawa anak-anak yang masih kecil pasti selalu bikin rumah meriah. Tapi ada beberapa dari mereka yang tampak malu-malu dan nggak mau cepat gabung dengan saudara-saudara yang lain.

Hmm, mungkin wajar. Nggak selalu gampang memang bersosialisasi dengan orang-orang yang jarang ditemui dan jarang berkomunikasi. Kadang kasihan kita melihat anak-anak yang nggak mau ‘gaul’. Kayaknya dia adalah orang baru yang bukan bagian dari saudara-saudaranya yang lain.

Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., punya beberapa tips agar si kecil mau ‘gaul’ saat kumpul keluarga:

Sebelum ke tempat kumpul keluarga besar, kita bisa menceritakan hal-hal yang menyenangkan kepada anak. Misalnya di rumah kakek-nenek tempat kumpul keluarga nanti bisa ketemu dengan si A yang pintar bikin mainan. Lalu di kampung halaman bisa bermain sepakbola, memancing atau bermain dengan binatang ternak.

Bisa bilang nanti kita ketemu Kakak A atau Kakak B, nenek, kakek, om ini, tante itu, dan sebagainya. Juga bisa ceritakan tentang pemandangan lingkungan di sana. Contohnya di sana ada pantai, ada danau, ada sawah,” tutur perempuan yang akrab disapa Nina ini.

Agar anak bisa lebih mengenal anggota keluarga besar lainnya, maka kita bisa menunjukkan foto keluarga padanya. Lalu kita biarkan anak mengamati wajah di foto satu demi satu.

“Jelaskan karakter yang ada di foto keluarga misalnya ‘ini Kakak Bagas, dia yang sering nelepon kamu, pasti dia seneng deh nanti kalau ketemu kamu’. Tentunya menyampaikan ini dengan nada yang positif,” lanjut Nina.

Agar anak-anak tidak kaku maupun kikuk saat harus datang dan berkumpul bersama, kita bisa latihan silaturahim bersama anak. Semacam main tamu-tamuan gitu.

Jadi kita siapkan dulu kursi dan meja, lalu kita beri tahu kepada anak apa yang pertama kali dilakukan saat akan masuk ke rumah orang lain. Misalnya ketuk pintu, mengucapkan salam, lalu menjabat tangan orang-orang yang ditemui di rumah tersebut.

“Jadi ini udah dilatih di rumah sejak sebelum keberangkatan. Jangan cuma ceramahnya saja tanpa praktik. Karena anak di bawah tujuh tahun dia belum bisa menggambarkan apa yang dijelaskan,” tambah Nina.

Namanya anak-anak pasti suka bermain. Nah, agar anak mau berkumpul dan membaur bersama saudara-saudaranya yang lain, kita bisa membawa mainan yang bisa dimainkan bersama-sama. Misalnya memainkan balok mainan, puzzle, monopoli dan sebagainya.

Dengan membawa mainan yang bisa dimainkan bersama, maka anak akan lebih mudah bersosialisasi antara satu dengan yang lain. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates