Selasa , 17 Oktober 2017
Home » Artikel » Anak Masuk Puber Orangtua Harus Bersiap

Anak Masuk Puber Orangtua Harus Bersiap

Anak Masuk Puber Orangtua Harus Bersiap – Pubertas pasti akan dialami anak seiring dengan perkembangannya menjadi dewasa. Nah, untuk menghadapi pubertas anak ada yang perlu dipersiapkan orangtua. Apa itu?

Persiapannya adalah dengan memberi ‘bekal’ pada anak, antara lain melalui pendidikan kesehatan seksual. Sebaiknya kapan diberikan? Bisa diberikan sejak dini, ketika anak mulai mengenal organ-organ tubuhnya. Namun secara detail diberikan sesuai usia dan perkembangan anak. Umumnya bisa dilakukan di usia 7-9 tahun, saat anak belum memasuki pubertas.

“Jadi lihat responsnya. Karena biasanya pubertas terjadi di 10-15 tahun,” kata Ratih di Senayan, beberapa waktu lalu.

Ratih memberi contoh penyampaian pendidikan seks yang bisa orangtua katakan pada anak. Misalnya seperti ‘ada saatnya kamu nanti mengalami pubertas misalnya haid dan hal itu normal merupakan bagian dari kehidupan’.

“Selanjutnya sampaikan dan ajarkan anak bagaimana ia harus menjaga tubuhnya saat mengalami pubertas. Misalnya ‘makan harus yang bergizi karena nanti ada beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh kamu’,” sambung psikolog sekaligus CEO Personal Growth ini.

Dikenalkan juga bahwa dalam usianya itu, pada perempuan ada sel telur yang bila dibuahi sperma maka bisa terjadi pembuahan dan bisa terjadi anak. Pemahaman ini sebaiknya dilakukan dengan pendekatan biologi. Ini penting agar anak tidak terjerumus seks bebas ataupun hubungan seks coba-coba.

Perlu ditekankan kepada anak bahwa hubungan seks hanya boleh dilakukan saat usia sudah matang dan sudah menikah, di mana sebelum menikah pun harus melakukan pemeriksaan dulu. Karena jika dilakukan sembarangan bisa memicu terjadinya infeksi menular seksual, penyakit tertentu lainnya, bisa hamil dan belum tentu anak yang dilahirkan sehat karena ibunya masih terlalu kecil.

Nah selain pendidikan seks melalui penyampaian, orangtua juga dapat menjadi contoh pendidikan seks pada anaknya. “Anak membutuhkan role model orangtuanya. Sehingga anak dapat mengikuti contohnya, jika anak seorang laki-laki maka dari ayahnya dan jika perempuan maka dari ibunya” imbuh Ratih.

Dalam acara tersebut, berlangsung pula talkshow mengenai buku ‘I Am Me’ yang merupakan buku seri cerita anak. Buku ini menggambarkan proses seorang anak yang menjadi remaja dan menuju dewasa dengan penuhnya informasi mengenai pendidikan seks. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates