Selasa , 17 Oktober 2017
Home » Artikel » Anak Sulit Belajar Matematika? Ini Kiatnya

Anak Sulit Belajar Matematika? Ini Kiatnya

Anak Sulit Belajar Matematika? Ini Kiatnya – Banyak anak mengalami fobia terhadap pelajaran matematikan. Mereka kesulitan dengan angka atau rumus.Umumnya, mereka akan membuat bermacam alasan seperti mengantuk, lapar, dan ketika orangtua memaksanya anak akan cenderung sulit konsentrasi. Akibatnya, orangtua jadi ikut pusing saat mengajarkan matematika kepada anak-anak.

Padahal, matematika merupakan subjek universal yang berguna bagi beberapa studi lainnya seperti fisika, kimia, akunting, dan materi penting lainnya. Banyak pendapat menyebutkan seseorang yang dapat menguasai matematika akan memiliki performa baik pula dalam mata pelajaran lainnya.

Studi yang dilakukan Universitas Missouri menunjukkan bahwa anak usia balita memiliki asosiasi yang baik dengan angka, seperti 3 dan 4, dan pemahaman mengenai penjumlahan terkait angka sejak awal memiliki peluang lebih besar untuk berhasil pada pendidikan selanjutnya.

Belajar matematika bagi balita bisa dimulai dengan perkenalan bentuk nol sampai 10, cara menulis, berhitung dari besar ke kecil dan sebaliknya.

Bagi usia lanjutan, mulailah dengan teknik mengajar cara cepat, seperti touch spot concept, perkalian khusus 11, menghitung cepat dengan jari, dan masih banyak lagi.

Orangtua yang kesulitan mengajari anaknya, bisa memasukkan anak ke program kursus matematika yang menawarkan program menarik dan didukung tenaga pengajar profesional.

Dengan mengikuti kursus dan belajar secara berkelompok, anak-anak diharapkan lebih menikmati proses belajar ketimbang belajar sendiri untuk menghindari rasa terintimidasi ketika melakukan kesalahan. Agar lebih kondusif, ada baiknya satu kelas tidak lebih terdiri dari enam orang anak.

“Ukuran anak yang sudah mengerti adalah ketika bisa menjelaskan kembali cara penyelesaian suatu soal. Jadi yang perlu dilakukan orang tua sepulang anaknya les adalah menanyakan apa saja yang sudah diajarkan,” katanya.

Cially Tan, Manajer Kurikulum Math Monkey Indonesia menyarankan bagi orangtua ataupun guru yang menghadapi anak cenderung sulit diatur dan semaunya sendiri adalah dengan tidak memarahinya, bahkan sampai menggebrak meja. Metode seperti itu tidak akan pernah efektif dan dikhawatirkan akan berdampak pada hilangnya minat anak untuk belajar.

“Kasih pengertian ke anak, dia ke tempat kursus mau apa. Kalau hanya untuk main lebih baik pulang. Anak-anak masih bisa diberi pengertian kok. Guru boleh tegas tapi jangan galak,” ujarnya.

Setelah belajar di kelas, anak-anak perlu diberikan PR sebagai media latihan sehingga tidak lupa dengan materi yang sudah diajarkan. Tentu, matematika bukan satu-satunya faktor utama dalam kesuksesan anak meraih masa depan, pendalaman terhadap materi pelajaran lainnya patut menjadi perhatian orangtua masa kini, pelajaran bahasa asing misalnya. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates