Selasa , 17 Oktober 2017
Home » Artikel » Anak Trauma, Atasi Dengan Cara Ini

Anak Trauma, Atasi Dengan Cara Ini

Anak Trauma, Atasi Dengan Cara Ini

Anak Trauma, Atasi Dengan Cara Ini (Foto: dok. babylonish.com)

Anak Trauma, Atasi Dengan Cara Ini – Trauma bukan milik orang dewasa semata, anak-anak pun bisa mengalaminya. Bahkan, anak-anak lebih rentan mengalami trauma karena secara psikologis mereka belum siap menghadapi peristiwa negatif. Salah satunya lantaran suasana yang tidak menyenangkan.

Secara umum, gejala trauma pada anak dapat dikenali dari perubahan tingkah laku. Misal, tiba-tiba anak menjadi pendiam, murung, tidak berdaya, dan mudah takut.

Secara fisik, anak, misalnya, sering mengeluh pusing, muntah-muntah, sakit perut, dan nafsu makan menurun. Gejala lain adalah anak tiba-tiba jadi mudah menangis tanpa sebab, tidak bisa tidur, atau tidur dengan gelisah, tidak mau ditinggal sebentar, dan terlalu peka terhadap suara keras.
Untuk mengatasi agar trauma anak tidak berkepanjangan, sebaiknya jauhkan anak dari situasi yang terlalu menakutkan baginya. Jika anak mengalami trauma berat, segera berikan terapi khusus. Selain terapi, menurut psikolog Lita Gading, M.Soc.Sc., M.Psi., ada beberapa cara untuk mengatasi trauma pada anak:

  • Berikan rasa aman dan nyaman. Misal, memberikannya pelukan, memberikan kehangatan, dan meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja. Terciptanya rasa aman membuat anak tidak merasa cemas yang berlebihan.
  • Biarkan anak menangis. Menangis merupakan cara anak untuk menyalurkan emosinya untuk menenangkan gejolak hatinya. Biarkanlah dia menangis untuk mendapatkan ketenangan.
  • Ajak bicara. Minta dia untuk menceritakan apa yang sedang ia rasakan. Dari pembicaraan itu, mulailah belajar untuk memahami apa yang dirasakan anak.
  • Jangan bohongi anak. Lebih baik secara jujur beri tahukan kondisi sebenarnya dan biarkan anak memahaminya dengan cara mereka.
  • Luangkan waktu. Walau sibuk, sempatkan waktu untuk mengajaknya bermain, mengobrol, ataupun menemaninya saat tidur. Dengan begitu anak tidak akan merasa sendirian dan tidak lebih stres menghadapi trauma.
  • Memahami apa yang dirasakan anak-anak. Gali perasaan mereka yang terdalam dengan metode bercerita atau menggambar. Dari situ bisa diketahui seberapa dalam dampak bencana terhadap kondisi psikologisnya.
  • Lakukan terapi berkelompok. Dengan berkumpul bersama anak lain yang senasib, anak tak akan merasa sendirian. (RN)
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates