Selasa , 14 November 2017
Home » Tips dan Artikel » ANTI AGING: The future of medicine

ANTI AGING: The future of medicine

Proses penuaan (aging) adalah proses yang akan dan harus dialami oleh setiap orang. Namun tidak semua orang mengalaminya dengan kecepatan yang sama. Ada beberapa orang yang proses penuaannya berjalan dengan lambat sehingga tampak lebih awet muda sedangkan pada individu lain berlangsung lebih cepat.

Constantinider, 1994, mendefinisikan penuaan sebagai: “berkurangnya kemampuan tubuh secara perlahan-lahan untuk memperbaiki diri dan mempertahankan struktur serta fungsi normalnya”

Banyak orang berpendapat bahwa menjadi tua adalah hal yang wajar, alamiah, tak dapat dan tak perlu diintervensi. Apakah benar demikian halnya? Dr. Daniel Rudman pada tahun 1990 melakukan penelitian pada 21 pria dan wanita yang berusia 61-81. Mereka diberikan injeksi hormone pertumbuhan (HGH, Human Growth Hormone) selama 2 bulan . Hasilnya sangat mengejutkan! Kondisi tubuh, nilai laboratorium, massa otot, massa lemak, ketebalan kulit dan kepadatan tulang mereka ternyata kembali membaik sesuai dengan kondisi sepuluh tahun sebelumnya. Kesimpulannya adalah: menjadi tua adalah suatu penyakit yang dapat dicegah, ditunda dan diobati ( sama seperti penyakit-penyakit lain).

Lahirnya Anti Aging Medicine

Anti Aging Medicine adalah spesialisasi dalam ilmu kedokteran yang mengaplikasikan kemajuan ilmu dan teknologi medik untuk mendeteksi secara dini, mencegah, mengobati dan mengembalikan fungsi yang terganggu akibat usia, kelainan dan penyakit. Dan pada tahun 1993 lahirlah American Academy of Anti Aging Medicine (A4M) dipelopori Dr.Riobert Goldman dan Ronald Klatz. Sampai saat ini A4M dan partnernya di seluruh dunia telah melatih lebih dari 400.000 dokter dan mengadakan pelatihan tingkat dunia kira-kira 100 event per tahun, suatu record yang melebihi organisasi profesi manapun. Kita boleh berbangga karena Universitas Udayana dipilih oleh A4M untuk mengembangkan Anti Aging Medicine di Indonesia.

Gejala-gejala Penuaan antara lain:

1. Penurunan daya ingat terutama kejadian yang baru dialami, sedangkan kejadian yang lama justru masih diingat dengan jelas.

2. Penimbunan lemak terutama di dada, perut, juga di dalam perut (visceral)

3. Penurunan fantasi dan performans sexual

4. Mulai diganggu penyakit degeneratif seperti Jantung, Stroke, Diabetes, Rematik bahkan Kanker.

5. Massa tulang mulai berkurang bahkan ada yang sudah keropos (osteoporosis)

6. Kulit kering, kendur dan keriput

7. Rambut beruban, menipis bahkan botak

8. Cepat lelah dan sulit konsentrasi.

Selain itu ada gejala-gejala khusus kejiwaan yang sering mengakibatkan orang tua menarik diri dari pergaulan atau dijauhi oleh generasi yang lebih muda karena:

1. Depresi tanpa sebab yang logis

2. Berpikiran negatif dan mudah curiga

3. Mudah tersinggung dan cerewet

4. Mood berubah-ubah dengan cepat.

Kiat-kiat mencegah penuaan:

1. Minum anti oxidans dan food suplemen yang sesuai

2. Gizi yang cukup dan berimbang

3. Healthy life style :tidak merokok/alcohol, cukup tidur/rekreasi, kerja optimal jangan over.

4. Cukup olah raga dan meditasi

5. Bagi yang ingin jalan pintas untuk awet muda bisa menjalani External Rejuvenation misalnya: Facial-body care, liposuction, facelift, Botox, Peeling, IPL, Thermage, dll yang hasilnya segera terlihat tapi tak bertahan lama.

Selain upaya-upaya di atas, masih ada upaya yang lebih integrative dan melibatkan sistem tubuh yang lebih dalam/komplex yaitu:

1. Medical Detox(ification): yaitu membersihkan tubuh dari logam berat, racun,polutan dan kotoran di dalam tubuh. Prinsipnya adalah bila banyak racun dan kotoran dalam darah kita maka sel dan organ akan tersiksa dan mati lebih cepat (penuaan dini). Medical detox yang disarankan adalah: Terapi Khelasi, Terapi Ozon, Laser Pembuluh darah, Kolon hidroterapi/cuci usus dll. Medical Detox ini merupakan langkah awal. Tanpa medical detox, program anti aging lain yang mahal-mahal tak akan berhasil maximal.

2. Periksa dan koreksi nilai hormon Testosterone, Estrogen, Progesteron, DHEA, Kortisol, Growth Hormon, Tiroid dll.Bahan yang dipakai bisa serum atau air liur. Sekarang beredar banyak Bio Identical Hormone yang dibuat dari tanaman yang lebih aman daripada hormone sintetik. Cara pakainya sederhana, cukup dioleskan di kulit atau disemprot di bawah lidah ( metoda nanoteknologi) Kedokteran konvensional hanya memberi terapi hormon kalau kondisi sudah berat (misalnya sesudah operasi angkat indung telur, hipofise, testis, gondok dll. Sedangkan Anti Aging Medicine bertindak lebih awal sebelum timbul kelainan berat.

3. Genetic Diagnosis: pemeriksaan laboratorium untuk melihat kecenderungan penyakit apa yang akan dihadapi seseorang berdasarkan informasi di kromosomnya. Berdasarkan informasi genetika di kromosom tersebut bisa disusun anjuran yang khusus untuk orang tersebut (tailor made) misalnya diit, suplementasi dll. Pemeriksaan ini cukup sekali seumur hidup dan saat ini biayanya masih mahal, berkisar 30-65 juta rupiah.

4. Stem Cell Therapy/Transplantation: adalah menyuntikkan sel-sel muda dari embrio domba yang direkayasa khusus untuk tujuan peremajaan pada manusia. Penelitian membuktikan bahwa sel embrio hewan tidak mengakibatkan reaksi penolakan/ alergi pada manusia. Misalnya ekstrak sel hati domba setelah disuntikkan akan diangkut oleh darah ke hati manusia. Hal ini telah dibuktikan dengan me’label’ protein tersebut dengan bahan Radio aktif dan dipantau pergerakannya didalam tubuh manusia.

5. Dengan makin berkembangnya teknologi Kloning, Stem Cell Therapy yang berasal dari sel manusia akan menjadi pilihan yang lebih aman (hanya disuntikkan) untuk transplantasi organ yang mulai rusak karena penuaan misalnya :

a. kolagen dan sel kulit untuk disuntikkan diwajah dan bagian tubuh yang mengalami keriput yang tentunya lebih aman daripada silicon.

b. Sel otot atau tendon untuk atlit yang cedera olah raga

c. Sel pankreas untuk pasien diabetes.

d. Sel hati untuk sirosis/kerusakan hati tahap awal.

Kesimpulan.

Anti Aging Medicine masih berkembang pesat dan semoga umat manusia memperoleh manfaat maksimal dari perkembangan ini. Tujuan manusia sejak zaman purba untuk memperoleh ‘Fountain of Youth’ dapat tercapai, dimana umur boleh bertambah namun kita bisa tetap aktif dan sehat sampai saatnya Tuhan memanggil pulang tanpa didera penyakit kronis/penderitaaan yang berkepanjangan.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates