Senin , 20 November 2017
Home » Artikel » Astaga, 93 Persen Anak Indonesia Tidak Suka Sayur

Astaga, 93 Persen Anak Indonesia Tidak Suka Sayur

Astaga, 93 Persen Anak Indonesia Tidak Suka Sayur

Foto: dok. nyata.co.id

Astaga, 93 Persen Anak Indonesia Tidak Suka Sayur – Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa sayur dan buah tidak disukai anak-anak Indonesia. Kondisi ini dinilai punya kontribusi terhadap meningkatnya angka obesitas pada anak.

“Sebanyak 93,5 persen penduduk usia kurang dari 10 tahun kurang mengonsumsi buah dan sayur,” kata dr Lily S Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, baru-baru ini.

Rendahnya konsumsi sayur dan buah, menurut nutrisionis Rita Ramayulis sangat besar kontribusinya pada risiko obesitas. Salah satu alasannya adalah, sayur dan buah merupakan sumber serat yang penting untuk mengontrol nafsu makan serta fungsi metabolisme.

“Di dalam makanan, serat akan menurunkan indeks glikemik. Efeknya pada kerja insulin, sehingga menunda rasa lapar,” kata Rita dalam temu media tentang obesitas.

Serat dalam sayur dan buah juga membuat volume makanan di dalam perut meningkat, sehingga semakin menunda rasa lapar. Selain itu, kandungan vitamin dan mineral pada sayur dan buah juga berpengaruh pada kerja hormon leptin, hormon yang berperan mengirim sinyal lapar dan kenyang ke otak.

“Aktivitas hormon leptin berkurang ketika seseorang mengalami defisiensi vitamin dan mineral,” jelas Rita.

Secara umum, angka obesitas di Indonesia mengalami peningkatan dari 11,7 persen pada 2010 menjadi 15,4 persen pada 2013. Organisasi kesehatan dunia WHO memperkirakan angkanya akan menjadi 50 persen pada 2050. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates