Selasa , 21 November 2017
Home » Artikel » Bangun Kedekatan Dengan Anak Dengan Tips Ini

Bangun Kedekatan Dengan Anak Dengan Tips Ini

Bangun Kedekatan Dengan Anak Dengan Tips Ini – Jika Ibu ingin menjadi orangtua yang dekat dengan anak melalui attachment parenting (pola asuh orangtua-anak yang penuh kedekatan), perlu upaya membangun hubungan sejak bayi baru lahir. Berikut ketujuh cara memulai AP sejak kelahiran, menurut Martha Sears, R.N. (praktisi kesehatan Ibu dan anak salah satu pengasuh Ask dr. Sears).

  1. Birth Bonding
    Cara bayi dan orangtua menjalin ikatan batin (bonding) satu sama lain mendorong terwujudnya attachment parenting. Dalam minggu-minggu setelah kelahiran merupakan periode sensitif di mana ibu dan bayi untuk menjadi dekat satu sama lain. Sebuah kedekatan setelah lahir dan seterusnya memungkinkan perilaku kedekatan bayi secara intuitif, biologis, dan kualitas pengasuhan ibu terwujud bersama-sama. Baik ibu maupun bayi dapat memulai kedekatan segera ketika bayi mulai sangat membutuhkan ibu, dan ibu siap untuk pengasuhan. Sayangnya, terkadang komplikasi medis membuat Ibu dan bayi terpisah sementara waktu. Tak masalah, cobalah mengejar bonding sesegera mungkin. Ketika konsep bonding pertama kali disampaikan 20 tahun yang lalu, beberapa orang tak memahaminya secara benar. Konsep bonding manusia dianggap sebagai “masa kritis” absolut maupun “sekarang-atau-tidak pernah sama sekali”. Bonding yang dijalin pasa kelahiran tidak seperti lem instan yang mengukuhkan hubungan ibu-anak bersama-sama selamanya. Bonding merupakan serangkaian langkah-langkah seumur hidup ibu tumbuh bersama buah hati.
  1. Menyusui
    Menyusui merupakan latihan dasar dalam komunikasi ibu-bayi. Menyusui membantu ibu membaca isyarat bayi, bahasa tubuh, yang merupakan langkah pertama mengenal bayi. Menyusui memberikan awal yang tepat bagi bayi dan ibu memulai hidup. ASI mengandung formula nutrisi bangunan otak yang yang tidak dapat diproduksi pabrik maupun dibeli dengan uang. Menyusui mendorong chemistry yang tepat antara ibu dan bayi, dengan merangsang tubuh memproduksi prolaktin dan oksitosin (hormon yang memberikan energi pada ibu).
  1. Mengenakan pakaian
    Seorang bayi belajar banyak dalam pelukan seorang Ibu yang sibuk. Bayi yang tak rewel dan lebih banyak sering dalam kondisi tenang (namun waspada), belajar lebih banyak tentang lingkungan. Ketika ibu mengenakan pakaian pada bayi, juga akan meningkatkan sensitivitas orangtua karena bayi Anda begitu dekat dengan ibu. Ibu bisa mengenali bayi lebih baik dan kedekatan ini mendorong keakraban ibu-bayi.
  1. Tidur dekat dengan bayi
    Dimanapun anggota keluarga dapat tidur malam dengan baik, merupakan pengaturan tepat cara tidur keluarga kecil Anda. Menjadi rekan tidur bayi atau anak juga menambahkan sentuhan malam. Ini menolong orangtua yang sibuk di siang hari tetap terkoneksi kembali dengan bayi di malam hari. Lagipula, beberapa anak menganggap malam hari adalah waktu yang menakutkan. Tidur bersama sembari menyentuh sang buah hati dapat menjaga kedekatan dan mengurangi kecemasan sehingga bayi belajar tidur dengan lebih menyenangkan dan mencegah ketakutan menerobos masuk. 
  1. Percayai arti tangisan sebagai bahasa bayi
    Sebuah tangisan bayi merupakan sinyal yang dirancang demi kelangsungan hidup bayi dan perkembangan orangtua. Menanggapi tangisan bayi secara sensitif dapat membangun kepercayaan bayi-ibu. Bayi percaya jika ibu yang mengasuhnya cukup responsif terhadap kebutuhannya. Sedangkan orangtua secara bertahap belajar percaya pada kemampuannya memenuhi kebutuhan bayi. Hal ini menimbulkan tingkat komunikasi orangtua-anak meningkat. Percayalah, bayi kecil menangis untuk berkomunikasi, bukan memanipulasi. 
  1. Hindari melatih bayi
    Attachment parenting mengajarkan ibu agar cerdas dalam menerima saran, sebaiknya hindari gaya pengasuhan yang kaku dan ekstrim, misalnya, memantau jam atau jadwal bagi bayi. Menerapkan gara pengasuhan yang kaku memang memberikan keuntungan jangka pendek yakni “kenyamanan”bagi orangtua. Namun ini juga memberikan kerugian jangka panjang karena semakin orangtua terlalu menahan diri dan menegaskan aturan, akan membuat jarak antara ibu dan bayi. Sebaliknya jika menerapkan gaya pengasuhan yang lebih menyesuaikan dengan perilaku dan kebiasaan bayi, akan membuat Ibu lebih ahli soal anak.
  1. Keseimbangan
    Kendati ibu bisa sangat bersemangat memberikan kasih sayang pada bayi, jangan abaikan kebutuhan diri sendiri dan pernikahan. Tetap letakkan keseimbangan dalam pengasuhan, dimana ibu cukup responsif terhadap bayi namun juga memiliki kebijaksanaan mengatakan “ya” dan “tidak”. Selain itu, jangan malu untuk meminta bantuan yang diperlukan jika merasa terlalu berat beban yang harus dipikul. (RN)
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates