Selasa , 14 November 2017
Home » Artikel » Benarkah Lebih Sehat Setelah Pensiun

Benarkah Lebih Sehat Setelah Pensiun

Sebuah studi dari Australia menunjukkan, ketimbang saat masih menjadi pekerja, seseorang yang telah menjalani masa pensiun lebih dapat menikmati kegiatan sehari-hari. Tingkat kenikmatan hidup tersebut berlangsung setidaknya satu tahun setelah seorang pensiun atau berhenti bekerja penuh waktu, tulis peneliti dalam jurnal Age and Ageing.

Ada bukti yang menyatakan, bahwa pandangan tentang pensiun yang kerap menurunkan kenikmatan dan kebahagiaan hidup adalah keliru, kata salah satu penulis studi Tim Olds dari University of South Australia. Di satu sisi, seseorang yang sudah pensiun memang bisa kehilangan hubungan sosial. Namun di sisi lain, pensiun menawarkan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang selalu Anda ingin lakukan atau belum sempat dilakukan karena disibukkan dengan pekerjaan kantor. “Kami menemukan bukti bahwa seseorang sangat mungkin untuk lebih bahagia ketika pensiun,” terang Olds.

Kenikmatan hidup itu bukan karena pensiunan dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai, Olds mencatat.

Sebaliknya, pensiunan dapat lebih menikmati dan mendapatkan lebih banyak kesenangan dari kegiatan sehari-hari karena tidak dikejar-kejar oleh waktu dalam melakukan kegiatan yang disuka. Kesimpulan tersebut didapatkan setelah peneliti melibatkan 124 pensiunan yang telah berhenti bekerja setidaknya tiga sampai enam bulan. Kelompok tersebut terdiri dari setengah pria dan setengah wanita, dengan usia rata-rata 62 tahun.

Pada awal penelitian, lalu 6 dan 12 bulan sesudahnya, Olds dan rekan-rekannya meminta peserta untuk mengingat kegiatan mereka dalam 24 jam terakhir. Responden dikelompokkan menjadi delapan kategori berdasarkan aktivitas: aktivitas fisik, sosial, perawatan diri, tidur, nonton televisi, bersantai, bepergian, dan melakukan pekerjaan paruh waktu. Peserta juga diminta menyelesaikan survei tentang kesehatan, kesejahteraan, kualitas tidur, dan rasa kesepian.

Dibandingkan sebelum menjalani pensiun, peringkat kenikmatan hidup rata-rata meningkat secara signifikan selama satu tahun penelitian. Secara keseluruhan, peringkat kenikmatan hidup juga berhubungan dengan kesehatan dan kualitas tidur yang lebih baik. Selama beberapa bulan terakhir sebelum pensiun, kenikmatan responden menurun ketika perjalanan ke kantor dimulai, sedikit meningkat saat istirahat kerja, dan bangkit kembali pada akhir hari kerja.

Usai pensiun, melakukan aktivitas fisik dan kegiatan sosial memiliki peringkat kenikmatan tertinggi, sementara melakukan pekerjaan paruh waktu memiliki kenikmatan terendah, menurut laporan tersebut. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates