Senin , 24 September 2018
Home » Artikel » Benarkah Suka Marah Pertanda Mengidap Hipertensi?

Benarkah Suka Marah Pertanda Mengidap Hipertensi?

Benarkah Suka Marah Pertanda Mengidap Hipertensi?

Benarkah Suka Marah Pertanda Mengidap Hipertensi? (Foto: dok. vemale.com)

Benarkah Suka Marah Pertanda Mengidap Hipertensi? – Selama ini telah berkembang suatu keyakinan dalam masyarakat bahwa orang yang senang marah-marah cenderung mengalami hipertensi. Pakar jantung dan hipertensi pun memberikan jawabannya.

Menurut dr Arieska Ann Soenarta, SpJP., FIHA., dari Indonesian Society of Hypertension (InaSH), bahwa belum ada bukti yang menyebut orang doyan marah-marah berarti mengidap hipertensi. Namun marah-marah memang menurutnya bisa meningkatkan tekanan darah.

“Jadi ketika marah-marah itu, adrenalin meningkat. Hal ini menyebabkan pembuluh darah mengecil sehingga tekanan darah meningkat, begitu juga dengan kaget. Orang kaget dengar sesuatu itu, tekanan darahnya juga langsung naik,” ujarnya, ditemui di kantor InaSH, di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Pada kesempatan yang sama, Dr dr Yuda Turana, SpS, juga dari InaSH, mengatakan marah-marah memang meningkatkan tekanan darah. Jika tekanan darah cenderung tinggi dalam waktu lama, bisa saja menyebabkan hipertensi.

“Jadi lebih tepat jika dibilang marah-marah atau cerewet itu sebagai penyebab hipertensi. Bukan hipertensi menyebabkan seseorang menjadi sering marah-marah atau cerewet,” jelasnnya.

Namun, dr Ann mengingatkan untuk mencegah hipertensi perlu ada perhatian khusus. Langkah pertama adalah dengan mengubah pola makan menjadi sehat, dengan mengurangi garam dan makanan berlemak.

Kedua, lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari. Dan terakhir adalah melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala di rumah.

“Kalau sudah usia 40 tahun ke atas minimal 2 kali setahun lah di cek tekanan darah. Apalagi kalau ada obesitas dan riwayat keluarga hipertensi, harus lebih rajin lagi,” tutupnya. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates