Selasa , 21 November 2017
Home » Artikel » Bukan Usia yang Tentukan Sehat Tidaknya Kita

Bukan Usia yang Tentukan Sehat Tidaknya Kita

Usia kronologis alias usia yang dihitung sejak kita lahir dapat menentukan banyak hal. Salah satunya adalah faktor risiko kesehatan. Melalui proses biologis yang terjadi dalam tubuh yang berjalan sesuai usia, dokter bisa mengetahui apakah kita berisiko menderita penyakit tertentu. Misalnya, penyakit kanker dan jantung biasanya diderita oleh orang berusia lanjut.

Berusia di atas 70 tahun? Anda rentan mengalami patah tulang dan gangguan persendian. Lalu, dari gaya hidup kita, misalnya punya kebiasaan merokok atau berolahraga, bisa diprediksi penyakit lain yang mungkin akan diderita. Meski begitu, menurut hasil studi-studi terbaru, penyakit yang spesifik atau organ yang spesifik berdasarkan usia kronologis bukan cara terakurat untuk menentukan seberapa sehat seseorang.

Anda mungkin tahu ada orang berusia di atas 80 tahun yang tetap aktif secara fisik dan kemampuan otaknya masih prima, atau sebaliknya, orang yang baru berumur 50 tahun, tetapi sudah menderita penyakit sendi dan jantung. Dengan kata lain, konsep usia biologis sebagai lawan dari usia kronologis semakin mendapat tempat. Usia biologis bisa diartikan sebagai usia tubuh yang sebenarnya dan ini sering tak seiring dengan usia kronologis.

Dalam laporan yang dimuat dalam jurnal PNAS, Martha McClintock, profesor biologi dan perkembangan komparatif manusia, menjelaskan model terbaru untuk menilai proses penuaan. Model ini meliputi kesehatan mental, apakah pernah mengalami patah tulang dan seberapa banyak bergerak (mobile) seseorang. “Perlu dipikirkan kembali bahwa penuaan tidak dilihat sebagai satu jalur rel yang maju ke depan, tetapi ada jalan berbeda. Seperti delta di sungai, kita akan sampai di ujung perjalanan, tetapi jalurnya berlainan,” katanya.

Sampai saat ini, para ilmuwan menilai penuaan dari penyakit yang diderita dan usia. Misalnya saja, jika Anda menderita kanker, penyakit jantung atau diabetes di usia tertentu, maka gambaran penuaan Anda akan tampak seperti apa dan risiko kematian pun dihitung berdasarkan pola tertentu. Padahal, setiap orang merespons suatu penyakit secara berbeda. Selain dasar kesehatan, ada kombinasi antara genetik dan gaya hidup sehingga hasil akhirnya bisa berbeda.
Dari hasil penelitin itu diketahui, orang yang mobile alias selalu aktif bergerak cenderung lebih sehat sampai tua, bahkan walau orang itu tergolong gemuk. Memang hasil studi ini belum final, tetapi bisa membuka banyak faktor lain untuk mengetahui bagaimana menjadi tua dengan sehat. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates