Selasa , 14 November 2017
Home » Artikel » Care Giver dan Home Care, Ciptakan Kemandirian Lansia

Care Giver dan Home Care, Ciptakan Kemandirian Lansia

Banyak orang, baik pihak keluarga maupun lansia itu sendiri yang bertanya-tanya, apa sebenarnya pelayanan home care dan caregiver itu sesungguhnya? Bagian ini akan coba membedah kedua model pelayanan ini yang muaranya adalah menciptakan dan mendukung kemandirian, khususnya bagi para lanjut usia.

Home care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit (Depkes, 2002).

Menurut Neis dan Mc Ewen (2001) dalam Avicenna (2008), home health care adalah sistem dimana pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial diberikan di rumah kepada orang-orang yang mengalami kekurangan dari sisi fisik atau mental atau orang-orang yang harus tinggal di rumah karena kondisi kesehatannya.

Tidak berbeda dengan kedua definisi di atas, Warola (1980) mendefinisikan home care sebagai  pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individu dan keluarga, direncanakan, dikoordinasikan dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk memberi pelayanan di rumah melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian kerja (kontrak).

Sedang menurut American of Nurses Association (ANA) tahun 1992 pelayanan kesehatan di rumah (home care) adalah perpaduan perawatan kesehatan masyarakat dan keterampilan teknis yang terpilih dari perawat spesialis yang terdiri dari perawat komunitas, perawat gerontologi, perawat psikiatri, perawat maternitas dan perawat medikal bedah.

Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan perawatan kesehatan di rumah adalah :

  • Suatu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif bertujuan memandirikan klien dan keluarganya.
  • Pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal klien dengan melibatkan klien dan keluarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan pelayanan.

Home Care

Caregiver adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan orang yang melakukan perawatan pada orang yang mengalami keterbatasan. Atau bisa juga disebutkan Caregiver adalah seorang individu yang secara umum merawat dan mendukung individu lain (pasien) dalam kehidupannya.

Caregiver bersifat harafiah dan konkret, percaya pada sebuah informasi, spesifik faktual yang dikumpulkan melalui penglihatan mereka. Caregiver memiliki minat yang tulus pada kesejahteraan orang lain. Mereka terampil dalam memahami sudut pandang orang lain. Mereka serius pada tanggung jawab mereka, melihat apa yang perlu dilakukan dan kemudian melakukannya. Mereka menghargai tradisi dan keamanan yang ditawarkan.

Mereka menikmati kebahagiaan orang lain dan peka terhadap kebutuhan fisik orang lain, mereka merespon dengan menawarkan perawatan praktis. Caregiver sering beradaptasi dengan cara mereka untuk memenuhi harapan orang lain.

Caregiver mempunyai tugas salah satunya sebagai emotional support, di antaranya merawat pasien (memandikan, memakaikan baju, menyiapkan makan, mempersiapkan obat), mengatur keuangan, membuat keputusan tentang perawatan dan berkomunikasi dengan pelayanan kesehatan formal (Kung, 2003: 3).

Caregiver terdiri dari formal dan tidak formal. Untuk Caregiver formal bisa dijelaskan merupakan perawatan yang disediakan oleh rumah sakit, psikiater, pusat perawatan ataupun tenaga profesional lainnya yang diberikan dan melakukan pembayaran.

Sedangkan caregiver yang tidak formal merupakan perawatan yang dilakukan di rumah dan tidak profesional dan tanpa melakukan pembayaran seperti keluarga penderita yaitu istri/suami, anak perempuan/laki-laki, dan anggota keluarga lainnya. (Sarafino, 2006 : 55).

Baik home care maupun caregiver merupakan pelayanan untuk mendukung terciptanya kemandirian, baik bagi pasien (lansia dan orang yang mengalami keterbatasan lain) maupun keluarga. Ini menjadi hal penting di masa kini, sehingga di satu sisi kehidupan para lansia terpelihara dengan baik, sementara di sisi lain, aktivitas anggota keluarga yang lain dapat tetap berjalan dengan baik.

Kemandirian menjadi bagian penting dalam hidup ini karena akan menciptakan kesatuan dan keutuhan keluarga yang berkesinambungan. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates