Senin , 20 November 2017
Home » Artikel » Cermati Batas Konsumsi Gula Harian untuk Anak

Cermati Batas Konsumsi Gula Harian untuk Anak

Cermati Batas Konsumsi Gula Harian untuk Anak

Foto: dok. hellosehat.com

Cermati Batas Konsumsi Gula Harian untuk Anak – Demi kesehatan jangka panjang, sebaiknya anak usia 2-18 tahun tidak mengonsumsi gula melebihi jumlah yang direkomendasikan. Anak-anak usia 2 sampai 18 tahun sangat dianjurkan untuk mengonsumsi gula tidak lebih dari enam sendok teh sehari-hari, menurut rekomendasi baru dari American Heart Association.

Para peneliti membatasi konsumsi gula pada anak-anak sekitar enam sendok teh atau setara dengan 100 kalori atau 25 gram. “Makanan tinggi gula sangat berkaitan dengan berat badan berlebih, obesitas, resistensi insulin, kolesterol abnormal dan penyakit hati berlemak pada anak-anak. Semua kondisi tersebut meningkatkan risiko kardiovaskular di masa depan,” kata Dr Miriam Vos, seorang profesor pediatri di Emory University and Children’s Healthcare of Atlanta serta penulis utama studi.

“Saya berharap bahwa rekomendasi ini membantu orangtua dan organisasi yang bertanggung jawab merawat anak-anak untuk bersama-sama mewujudkan diet sehat bagi anak,” katanya.

“Berapa banyak jumlah gula yang sebaiknya dikonsumsi anak-anak telah menjadi isu yang membingungkan bagi orang tua, dan rekomendasi ini memberikan jawaban untuk dipahami orang tua dan itu akan membuat perbedaan besar bagi kesehatan anak-anak,” lanjutnya.

Para peneliti telah menganalisis lebih dari 100 makalah sebelumnya dan penelitian tentang efek kesehatan jantung akibat gula tambahan yang diberikan pada anak-anak.

Mereka juga menganalisis data diet dari National Health dan Nutrition Examination Survey tentang berapa banyak gula tambahan yang dikonsumsi di Amerika Serikat pada tahun 2009-2012. Para peneliti menyimpulkan, bahwa anak-anak saat ini mengonsumsi lebih dari jumlah baru yang direkomendasikan dalam sehari. Pedoman diet terbaru yang dirilis oleh Office of Disease Prevention and Health Promotion merekomendasikan orangtua untuk membatasi pemberian permen pada anak. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates