Senin , 11 Desember 2017
Home » Artikel » Disiplinkan Anak Tidak Harus Dengan Kekerasan

Disiplinkan Anak Tidak Harus Dengan Kekerasan

Disiplinkan Anak Tidak Harus Dengan Kekerasan

Foto: motherandbaby.co.id

Disiplinkan Anak Tidak Harus Dengan Kekerasan – Pola asuh anak dengan mengedepankan kekerasan dan teriakan bukan pilihan baik bagi orangtua. Pola tersebut justru bisa menimbulkan masalah baru. Psikolog anak, Novita Tandry, mengatakan kekerasan, pukulan atau teriakan tidak membuat anak-anak disiplin, melainkan lari dari orangtua.

“Karena disiplin tidak harus dengan kekerasan,” kata Novita saat peluncuran buku Happy Parenting Without Spanking or Yelling di Jakarta, beberapa hari lalu.

Novita menambahkan, titik berat dalam persoalan ini adalah pemahaman dan pola asuh tepat bagi anak. Melakukan kekerasan fisik atau teriakan pada anak agar disiplin merupakan pilihan buruk.

Pola asuh, kata dia, bisa berbentuk kegembiraan dan membuat situasi yang menyenangkan. Dia mencontohkan fase tantrum pada anak. Tantrum merupakan ledakan emosi anak dalam bentuk menangis, merengek saat mereka tak mampu mengungkapkan dalam kata-kata.

Menurut Novita, orangtua perlu paham bahwa fase tersebut harus dilalui. Fase ini lumrah terjadi dan biasa dialami anak berusia dua sampai empat tahun. “Tidak perlu ketakutan dan dibalas dengan kemarahan pula,” kata dia.

Novita menyarankan agar orangtua mengetahui karakter anak agar bisa menghadapi anak sesuai karakter. Selain itu, karakter orangtua pun juga perlu diperdalam. Kendati demikian, temper tantrum yang berlangsung setiap hari sebaiknya diwaspadai karena kemarahan tersebut berkaitan dengan rasa frustasi balita. Beberapa penelitian mengaitkannya dengan gangguan mental. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates