Wednesday , 15 November 2017
Home » Artikel » Menghadapi Tekanan Merawat Pasien Alzheimer (bagian 8)

Menghadapi Tekanan Merawat Pasien Alzheimer (bagian 8)

Menghadapi Tekanan Merawat Pasien Alzheimer

Menghadapi Tekanan Merawat Pasien Alzheimer (Foto: dok. amazine.co)

Menghadapi Tekanan Merawat Pasien Alzheimer (bagian 8) – Lelah, kesal, marah, dan lain sebagainya saat merawat penderita alzheimer adalah hal yang manusiawi. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Menurut Esthetika Wulandari, health communication specialist Yayasan Alzheimer Indonesia, hal pertama yang perlu kita lakukan yaitu jangan terlalu mengambil hati perilaku keluarga yang menderita alzheimer sebagai serangan personal.

Misalnya, seringkali penderita lupa menaruh suatu barang miliknya lalu ia menuduh kita yang mencuri, menjelek-jelekkan kita dengan kata-kata kasar. Jangan menjadikan perilaku mereka sebagai sesuatu yang menyakiti kita, bahkan sampai meneruskan konfrontasi. Dengan melakukan ini, tanggapan bisa menjadi bentuk survival mental bagi diri kita.

Kenali juga batas diri kita dan hindari terlalu memaksakan diri, sampai tidak ada waktu untuk sekadar bepergian (misalnya untuk bersenang-senang) karena rasa khawatir. Jika memaksakan diri, kemungkinan untuk tidak sabar, meledak, frustrasi itu jauh lebih tinggi akibat kehabisan energi.

Selain itu harus ada orang yang bisa menggantikan kita (support system), misalnya dalam keluarga ada tiga bersaudara, sepupu, anak, asisten rumah tangga yang bisa saling bergantian merawat penderita alzheimer. Jadi, setiap orang dalam support system ini harus melakukannya secara bergantian, dan masing-masing memiliki kesempatan untuk beristirahat.

Pada dasarnya, kita bisa memberikan pendampingan dan perawatan yang jauh lebih baik jika kondisi kita sendiri punya energi positif, segar, bisa memberi. Jadi jangan malu untuk mengatakan pada support system kita untuk minta tolong, dan lakukan istirahat mental untuk mengisi ulang energi positif kita.

Alternatif lainnya bisa mencari dukungan misalnya teman yang bisa mengerti atau sesamacaregiver, yayasan, karena kita selalu butuh tempat untuk bercerita, dan mencari tahu apa yang perlu kita lakukan selanjutnya. (RN)

[su_highlight]BACA JUGA: Kupas Tuntas Penyakit Alzheimer/Demensia[/su_highlight]

  1. Bagian 1
  2. Bagian 2
  3. Bagian 3
  4. Bagian 4
  5. Bagian 5
  6. Bagian 6
  7. Bagian 7
  8. Bagian 8
  9. Bagian 9
  10. Bagian 10
  11. Bagian 11
  12. Bagian 12
  13. Bagian 13
  14. Bagian 14
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates