Selasa , 21 November 2017
Home » Artikel » Hilangkan Kebiasaan Materialistik Pada Anak

Hilangkan Kebiasaan Materialistik Pada Anak

Hilangkan Kebiasaan Materialistik Pada Anak – Lantaran dimanja, banyak anak menjadi materialistik. Semua permintaannya harus dipenuhi sesegera mungkin. Terkadang hal ini menyulitkan para orangtua.

Berikut tips menghilangkan kebiasaan materialistik pada anak: 

  1. Selalu katakan tidak
    Selalu katakan ‘tidak’ untuk keinginan-keinginan anak Anda terhadap barang yang tidak ada manfaatnya bagi mereka. Katakan tidak pada anak Anda, meski pada awalnya menimbulkan rengekan, amukan/kemarahan mereka. Coba jelaskan dengan sederhana beserta alasan Anda mengapa permintaannya tidak bisa dipenuhi.
  1. Perhatikan dan kendalikan tontonan iklan di tv
    Penelitian menunjukkan bahwa lebih sedikit tontonan iklan di TV yang dilihat anak-anak, semakin kecil kemungkinan mereka akan menjadi materialistis. Jangan biarkan anak-anak terlalu banyak atau sering menonton televisi.
  1. Lewatkan lebih banyak waktu dengan anak
    Observasi menunjukkan bahwa anak-anak yang materialistis banyak melewatkan waktu untuk berbelanja dengan orangtua mereka, saat ada kesempatan keluar bersama-sama. Tak ada salahnya Anda mengajak anak pergi ke tempat-tempat yang tidak memiliki banyak kemungkinan dimana Anda akan/harus mengeluarkan uang, seperti: ke taman, bermain sepeda, ke museum, mengobrol, membangun benteng pasir di pantai, memasak, berkebun, memandangi bintang, memandangi awan, bermain monopoli, dan lainnya. Selain berhemat, Anda juga bisa menunjukkan kepada anak Anda, sisi lain dari kehidupan.
  1. Perhatikan self esteem (penghargaan terhadap diri) anakPenelitian di University of Minnesota menunjukkan, semakin materialis anak, semakin anak tersebut akan memiliki self esteem yang rendah. Semua baju, alat elektronik, yang mereka miliki ternyata ‘menekan’ penghargaan diri mereka dengan ‘mengirimkan’ pesan yang dangkal: “Identitasmu adalah apa yang kau miliki, dan bukan siapa dirimu..”. Anda dapat merubahnya dengan memberikan penghargaan kepada mereka dengan berfokus pada kualitas dalam diri mereka, seperti bahwa mereka ‘cerdas’ atau ‘pribadi yang asik/menyenangkan’. Penelitian menunjukkan dengan melakukan hal ini dengan segera akan mengurangi kemungkinan anak menjadi materialis pada usia remaja mereka.
  1. Jangan biasakan menggunakan materi sebagai reward
    “..Adik mau nurut kalau mama beliin jeans yang itu..”. “Aku dibayar berapa..?” Jika anak Anda seperti itu, itu tandanya selama ini mereka telah terbiasa mendapatkan reward dalam bentuk uang atau benda sebagai upah jika mereka mampu bersikap lebih baik, atau mengerjakan sesuatu. Anda dapat merubahnya dengan memberikan pujian, pelukan, dan tepukan di punggung mereka kapan saja mereka patut mendapatkannya. Jadi, mulai sekarang, respon baru Anda adalah hanya mengharapkan anak Anda mengerjakan sebuah hal atau untuk bersikap lebih baik, tanpa adanya kompensasi.
  1. Berhenti menimbun barang

1. Sediakan 3 kotak, masing-masing dengan tempelan tulisan:
2. Sampah (untuk barang-barang yang sobek, patah, atau rusak)
3. Memori/Kenang-kenangan (untuk barang-barang memiliki arti spesial)
Amal (untuk mainan-mainan, asesoris, atau pakaian yang masih layak pakai)

Jelaskan pada anak Anda, bahwa ia harus menyimpan apa yang benar-benar ia butuhkan, ia pakai, dan ia gunakan, dan letakkan sisanya di kotak. Pastikan ia ikut membantu Anda/bersama Anda mengantar kotak amal ke tempat-tempat yang membutuhkan. Ini akan membuat mereka menyadari bahwa tidak semua orang beruntung (sampaikan ini secara verbal, jangan berharap mereka akan tahu dengan sendirinya).

  1. Ajarkan: Butuh atau Pengen
    Anak materialistis seringkali menginginkan sesuatu SEKARANG JUGA dan tidak akan berhenti untuk mempertimbangkan apakah barang tersebut dibutuhkan. Jika anak meminta sesuatu yang tidak penting, tanyakan: “Apakah ini barang yang kamu BENAR-BENAR BUTUHKAN atau hanya kamu INGINKAN..?”.
  1. Ajarkan kebiasaan untuk memberi/berbagi (bukan kebiasaan untuk mendapatkan sesuatu)
    Kebiasaan memberi/berbagi memberikan sumbangan yang paling besar dan paling kuat untuk melawan kebiasaan materialistis. Ajak anak Anda ke tetangga yang sakit untuk mengantar makanan atau ajari dan berikan contoh kepada anak Anda untuk bersedekah secara kontinu
  1. Kendalikan diri
    Penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang materialistis akan membesarkan anak yang lebih materialistis. Andalah contoh terbaik bagi anak-anak Anda dalam menghadapi dunia yang materialistis. (RN)

 

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates