Selasa , 21 November 2017
Home » Artikel » Hipoglikemia, Akibat Lain Dari Diabetes

Hipoglikemia, Akibat Lain Dari Diabetes

Diabetes tak hanya bisa menyebabkan komplikasi yang bersifat kronik, tetapi juga akut. Salah satu penyakit akut atau terjadi secara mendadak pada pasien diabetes adalah hipoglikemia. Hipoglikemia merupakan keadaan rendahnya kadar gula darah, yaitu di bawah 70 mg/dL. Seperti halnya kadar gula darah terlalu tinggi, hipoglikemia juga berbahaya karena dapat membuat seseorang mendadak tak sadarkan diri.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin Tri Juli Edi Tarigan atau yang akrab disapa TJ menjelaskan, hipoglikemia bisa terjadi jika pasien diabetes terlalu banyak minum obat dan melakukan aktivitas fisik yang berlebihan.

“Konsultasikan dengan dokter berapa banyak minum obatnya per hari, bagaimana pola makannya, aktivitas fisiknya,” kata dokter yang akrab disapa TJ ini dalam diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Gejala hipoglikemia antara lain keringat dingin, pandangan buram, gelisah, dan gemetar. Akibat kurangnya gula dalam darah, pasien juga akan merasa pusing, sangat lapar, tubuh lemas, cepat marah hingga jantung berdebar cepat. Jika gejala berlangsung selama 20 menit, segera pergi ke rumah sakit. Penanganan awal kondisi ini bisa dengan makan camilan ringan atau permen untuk menaikkan kembali kadar gula darah menjadi normal.

Meski aktivitas fisik berlebihan bisa menyebabkan hipoglikemia pada pasien diabetes, bukan berarti pasien diabetes tak perlu olahraga. TJ mengatakan, aktivitas fisik disesuaikan dengan kondisi pasien, misalnya tiga sampai lima kali dalam seminggu selama 30-45 menit. Pengecekan gula darah sebelum olahraga juga peelu dilakukan.

Jika gula darah kurang dari 100 mg/dL sebaiknya konsumsi karbohidrat terlebih dahulu. Jika gula darah lebih dari 250 mg/dL sebaiknya menunda olahraga. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates