Selasa , 14 November 2017
Home » Artikel » Ini Gangguan Tidur yang Kerap Dialami Senior

Ini Gangguan Tidur yang Kerap Dialami Senior

Hasil penelitian menemukan bahwa orang berusia 65 tahun tidur satu jam lebih sedikit daripada mereka yang berusia di bawahnya. Walaupun perbedaannya hanya satu jam, Natalie D. Dautovish, PhD, pakar lingkungan The National Sleep Foundation (NSF) mengatakan hal ini membuktikan waktu tidur berubah sesuai umur.

“Pada usia 50 tahun, seseorang akan lebih mudah terbangun saat malam dan ini memperpendek waktu tidur,” jelas Dautovich.

The NSF juga menemukan 71 persen dari orang berusia 55-64 tahun melaporkan beberapa masalah tidur, termasuk kesulitan tidur, mendengkur, dan bangun tidur dalam keadaan tubuh masih lelah. Dautovich menyarankan bagi siapapun yang memiliki gangguan tidur seperti ini untuk memeriksakan diri ke petugas medis.

“Gangguan lain yang dirasakan misalnya perubahan waktu tidur. Hal ini terjadi karena setelah manusia melalui fase pertumbuhan, siklus 24 jam mengalami perkembangan dan otak kita mengalami perubahan gelombang,” ucap Dautovish yang juga menjadi asisten profesor di Virginia Commonwealth University ini.

Klasifikasi lebih lanjut tentang perubahan gelombang dijelaskan oleh Michael J Breus, PhD, seorang pakar aktivitas tidur. Disebutkan Breus, aktivitas gelombang otak bisa memacu tidur yang dalam, tenang, dan memulihkan energi. Hanya saja, setelah seseorang berusia di atas 50 tahun, tidur yang seperti itu akan sulit didapatkan.

“Anda akan jatuh dalam tidur ringan dan mudah terbangun akibat gangguan eksternal, seperti pintu yang berderit, gangguan pencernaan, atau bahkan dengkuran pasangan Anda,” tuturnya.

Saat memasuki umur 50 tahun, keinginan untuk buang air kecil pun akan meningkat di malam hari. Hal ini disebabkan beberapa saraf tidak berfungsi dengan baik dan karena tidur yang dilakukan hanya tidur ringan dan mudah terganggu misalnya ingin buang air kecil di malam hari. Khusus wanita, gangguan yang sering terjadi antara lain perubahan mood yang akan memicu penurunan kualitas tidur.

“Fluktuasi estrogen dan progesteron dapat membuat tidur sehat sulit didapat. Maka dari itu, disarankan untuk membuat tempat tidur yang fleksibel dan nyaman. Selain itu, semakin tua, orang akan semakin mudah untuk mendengkur,” ucap Breus.

Jika Anda tidur di samping pasangan dan pasangan Anda mendengkur, tentunya hal itu mempengaruhi keseluruhan kualitas tidur Anda. Saat usia menginjak 50 tahun, Anda juga akan lebih mudah bergerak di saat tidur.

“Dorongan kuat untuk bergerak akan terasa, terutama di bagian kaki. Meskipun para ahli masih tidak bisa menjelaskan penyebabnya, tapi dorongan itu dikaitkan dengan dopamin otak yang menurun atau gejala kekurangan zat besi,” jelas Breus menjelaskan penyebab gerakan saat tidur. Menurutnya, kedua kondisi tersebut umum terjadi di kalangan orangtua. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates