Selasa , 14 November 2017
Home » Artikel » Inilah 9 Tanda Anak Alami Kekerasan

Inilah 9 Tanda Anak Alami Kekerasan

Inilah 9 Tanda Anak Alami Kekerasan, Anak-anak rentan mengalami kekerasan baik fisik maupun psikis karena mereka tidak bisa melindungi dirinya. Kekerasan pada anak sering kali dilakukan oleh orang dewasa, bahkan bisa dilakukan oleh orang-orang yang kenal dekat dengan anak.

Kekerasan pada anak bisa menimbulkan trauma mendalam dan berdampak buruk bagi tumbuh kembangnya. Secara psikis bisa berdampak jangka panjang hingga anak dewasa.
Sayangnya, kebanyakan anak-anak tidak berani menceritakan kekerasan yang dialaminya kepada orangtua. Hanya sedikit pula kasus kekerasan anak yang dilaporkan.

Untuk itu, sangat penting bagi orangtua untuk lebih peka dan mengenali tanda-tanda anak mengalami kekerasan. Berikut sembilan tanda yang bisa menunjukkan anak alami kekerasan seksual:

  1. Anak menghindari orang tertentu
    Orangtua perlu bertanya-tanya ketika anak bersikeras menghindar dari orang tertentu tanpa alasan yang jelas. Itu merupakan isyarat pertama yang ditunjukkan oleh anak.
  1. Sering menangis tanpa alasan
    Anak selalu menangis ketika dibawa ke tempat penitipan anak, rumah teman Anda, sekolah, atau suatu tempat lainnya. Ia pun bisa menjadi lebih rewel dibanding biasanya. Orangtua harus segera mengajak bicara anak dan menanyakan apa yang terjadi.
  1. Tubuh memar
    Jangan anggap sepele ketika Anda menemukan tubuh anak memar ketika pulang ke rumah. Memar merupakan tanda kekerasan yang mudah dikenali.
  1. Perilaku mendadak berubah
    Anak yang tadinya ceria, lemah lembut, kemudian berubah menjadi pemarah, tidak peduli, agresivitas, perlu Anda curigai mengalami kekerasan.
  1. Gejala aneh
    Anak yang mengalami kekerasan juga bisa mengalami perubahan kebiasaan, seperti susah tidur, hilang nafsu makan, hingga menjadi terlalu protektif terhadap anak-anak di sekitarnya. Atau kadang ia menjadi penakut dan bersikap kekanak-kanakan
  1. Menyendiri
    Anda juga perlu curiga jika anak tiba-tiba ingin selalu sendirian dan terlihat menyembunyikan sesuatu. Kekerasan bisa membuat anak menjadi lebih takut bertemu orang lain.
  1. Nyeri saat berjalan
    Jika anak mendapat pelecehan seksual, ia bisa mengalami pendarahan, alat kelamin terasa gatal dan memar. Ketika anak merasa nyeri saat duduk maupun berjalan dan sulit melakukan aktivitas fisik seperti biasa, itu bisa menjadi tanda anak mengalami kekerasan.
  1. Akrab dengan informasi seksual
    Pada kasus pelecehan seksual, bisa membuat anak menjadi sangat akrab dengan informasi seksual untuk orang dewasa. Muncul rasa ingin tahu yang melampaui usia mereka.
  1. Anak selalu waspada
    Tanda lain yang diamati pada anak-anak yang mengalami pelecehan adalah mereka menjadi selalu lebih waspada. Mereka bisa terlihat ketakutan dan cemas tentang sesuatu hal buruk yang akan terjadi. (RN)
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates