Selasa , 17 Oktober 2017
Home » Artikel » Inilah Peran Keluarga Bagi Pasien Stroke (bagian 7)

Inilah Peran Keluarga Bagi Pasien Stroke (bagian 7)

Inilah Peran Keluarga Bagi Pasien Stroke

Inilah Peran Keluarga Bagi Pasien Stroke (Foto: dok. hellosehat.com)

Inilah Peran Keluarga Bagi Pasien Stroke (bagian 7) – Keluarga memiliki peran sangat signifikan dalam mendukung penderita stroke dalam kaitan membantu memaksimalkan kesembuhan seperti yang diharapkan.

Berikut beberapa peran yang bisa dimainkan pihak keluarga:

  • Berperan sebagai perawat
    Ketika anggota keluarga mengalami sakit yang menimbulkan kecacatan, maka ada peran yang menjadi primer yaitu perawat. Memberikan perawatan kepada penderita karena tidak dapat mengurus dirinya sendiri dalam membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya seperti makan, minum, berpakaian, berpindah, berjalan.
  • Berperan sebagai pendukung
    Keluarga memberi dorongan/dukungan agar penderita mempunyai motivasi yang kuat untuk dapat segera memperoleh pemulihan kesehatan dengan sebaik-baiknya. Memberi dorongan pada saat mulai latihan fisik yang merupakan hal yang cukup menyiksa penderita, namun demikian penderita harus selalu didorong untuk berani berlatih. Kemudian memberi dorongan untuk tetap aktif dalam kegiatan sehari-hari ditengah-tengah keluarga dan masyarakat.
  • Berperan sebagai penghubung/komunikasi
    Keluarga mengadakan komunikasi efektif dengan penderita, petugas kesehatan, sehingga terjalin hubungan kerja sama yang baik sehingga tercipta suasana saling percaya dan keterbukaan antara pasien dengan keluarga dan petugas kesehatan (dokter, perawat, fisioterapist, terapi wicara, dll). Hubungan yang saling percaya antara pasien, keluarga dengan petugas kesehatan merupakan dasar utama untuk membantu mengungkapkan dan mengenal perasaannya, mengidentifikasi kebutuhan dan masalahnya, mencari alternatif pemecahan masalah serta mengevaluasi hasilnya. Proses ini harus dilalui oleh pasien dan keluarga sehingga keluarga dapat membantu pasien dengan cara yang sama pada saat dirumah.
  • Berperan sebagai pendidik
    Dalam upaya belajar untuk hidup dengan kecacatan permanen, pasien diajarkan program Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) agar penderita dapat melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari secara mandiri atau tanpa bantuan orang lain, misalnya: tata cara makan, berpakaian, mandi, tidur, juga melatih penderita dalam mobilisasi, berkomunikasi, melakukan latihan anggota gerak atas dan bawah secara pasif sampai penderita mempu menggerakkan sendiri.
  • Berperan sebagai pengubah lingkungan/terapi lingkungan
    Manipulasi lingkungan, terdiri dari merubah lingkungan, pengaturan tata ruangan agar penderita mudah melakukan aktivitas secara efisien. Ciptakan ruangan yang memberi ketenangan dan menyenangkan, suara tidak ribut/berisik, cahaya yang terang benderang, banyak orang, kegiatan, dan kesibukan yang berlebihan dan menjauhkan fasilitas yang menimbulkan bahaya. Usahakan mengurangi stimulus lingkungan yang mengakibatkan gangguan. Usahakan agar ciptakan waktu untuk istirahat sehingga pasien rileks dan tenang.
  • Berperan sebagai pengambil keputusan
    Dalam peran ini keluarga menentukan pencarian sumber-sumber yang penting. Keluarga mempunyai kontrol substansial terhadap keputusan apakah keluarga yang sakit akan mendapatkan layanan kuratif atau preventif. Dalam memelihara kesehatan anggota keluarga sebagai pasien, keluarga tetap berperan sebagai pengambil keputusan dalam memelihara kesehatan anggotanya.
  • Berperan sebagai pencari sumber dana
    Keluarga berperan mencari sumber dana untuk biaya pengobatan penderita dan untuk menghindari ketiadaan dana untuk biaya pengobatan. (RN)

[su_highlight]BACA JUGA: Kupas Tuntas Penyebab Stroke[/su_highlight]

  1. Bagian 1
  2. Bagian 2
  3. Bagian 3
  4. Bagian 4
  5. Bagian 5
  6. Bagian 6
  7. Bagian 7
  8. Bagian 8
  9. Bagian 9
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates