Selasa , 21 November 2017
Home » Artikel » Jangan Sepelekan Gangguan Si Semut

Jangan Sepelekan Gangguan Si Semut

Jangan Sepelekan “Si Semut”!
Hampir setiap orang pernah mengalami kesemutan dan kram. Tapi kebanyakan orang mengabaikan, meski terjadi berulang-ulang. Bila terus demikian, sebaiknya diwaspadai. Karena bisa jadi itu gejala terjadinya gangguang saraf tepi atau neuropati. Jika saraf tepi terganggu, maka mobilitas atau gerakan tubuh menjadi terhambat.

Salah satu bentuk pencegahannya adalah banyak mengonsumsi vitamin B yang banyak terdapat pada beras merah. Meski rasanya kurang enak dibanding beras putih, tapi disarankan cobalah mengonsumsinya minimal seminggu sekali untuk mencukupi kebutuhan vitamin B dalam tubuh. Vitamin B juga banyak terdapat pada kacang-kacangan dan olahannya.

Kesemutan bisa dialami, misal, jika orang duduk bersila terlalu lama. Atau lengan yang tertekuk. Itu akan kembali normal bila posisi kita dirubah. Tapi, kesemutan yang menjadi gejala neuropati berlangsung spontan, tanpa ada posisi yang salah sekalipun. Selain itu, waktu terjadinya tidak ada waktu tertentu. Misal, kesemutan saat bangun pagi, itu lebih diakibatkan terjadinya gangguan aliran darah.

Regenerasi saraf
Dalam sebuah acara yang diadakan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) persoalan neuropati mengemuka. Dikatakan, banyak makanan yang dikonsumsi setiap hari kurang vitamin B-nya. Padahal, dari sejumlah vitamin B yang masuk tubuh hanya 2-5% yang digunakan ke sistem saraf. Sejatinya, tubuh butuh vitamin B setiap harinya.

Dari sebuah penelitian diketahui bahwa regenerasi saraf terjadi 1 mm per hari. Karena itu penting nutrisi yang tepat untuk pencegahan gangguan saraf tepi. Nutrisi untuk saraf sangat penting untuk menghindari risiko saraf cidera. Vitamin yang termasuk ke dalam golongan neurotopik di antaranya, vitamin B1, B6 dan B12.

Kekurangan vitamin B1 bisa menyebabkan neuropati yang menyakitkan pada anggota gerak tubuh. Vitamin B6 diperlukan oleh sistem saraf dan sistem imun agar bisa berfungsi dengan baik. Sedang vitamin 12 penting untuk pembentukan selubung mielin (selubung yang mengelilingi dan melindungi saraf) dan nukleoprotein.

Kerusakan saraf
Neuropati adalah istilah untuk kerusakan saraf. Penyebabnya karena penyakit, trauma pada saraf atau efek samping dari suatu penyakit sistemik. Neuropati menunjukkan gejala seperti nyeri, rasa baal, mati rasa, kram, kaku-kaku, kesemutan, rasa terbakar, kulit hipersensitif, kulit mengkilap tidak wajar, rambut rontok pada area tertentu, kelemahan tubuh dan anggota gerak serta otot mengecil.

Ada empat jenis neuropati, yakni neuropati karena penuaan, diabetes, defisiensi vitamin B dan sebab-sebab lain seperti jeratan dan trauma. Penggunaan telepon genggam yang berlebihan juga bisa mengakibatkan penyakit neuropati. Kebiasaan menggenggam handphone bisa mengakibatkan carpal tunnel syndrome (CTS) yang menyebabkan peradangan di daerah karpal atau di bawah sekitar ibu jari tangan. Jika dibiarkan bisa membuat peradangan di bagian tengah jari yang membuat saraf motorik terganggu. CTS juga bisa disebabkan para pekerja yang menggunakan banyak fisik dan tidur dengan pergelangan tangan ditekuk. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates