Selasa , 17 Oktober 2017
Home » Artikel » Jangan Tabu Bicara Kesehatan Reproduksi Pada Anak

Jangan Tabu Bicara Kesehatan Reproduksi Pada Anak

Jangan Tabu Bicara Kesehatan Reproduksi Pada Anak – Orangtua harusnya menjadi pihak yang pertama memberikan pendidikan seksual atau kesehatan reproduksi kepada anak. Orangtua tak perlu menganggap bahasan itu adalah sesuatu hal yang tabu.

Menurut Usep Solehudin Sekretaris Yayasan Pelita Ilmu dan Ahli Kesehatan Masyarakat, orangtua harus terbuka kepada anak mengenai kesehatan reproduksi. Dengan begitu anak pun bisa ikut terbuka dengan orangtua.

“Komunikasinya terbuka supaya nanti anak bicara ke orangtua pun nyaman. Jangan kalau cerita ke orangtua malah dimarahi. Anak akan takut bicara karena takut dimarahi,” jelas Usep dalam diskusi di Jakarta, beberapa hari lalu.

Biasakan anak untuk menceritakan kegiatan sehari-harinya dan jadilah pendengar yang baik. Dengan komunikasi yang terbuka, bila ada masalah pun anak tak takut untuk menceritakannya atau menanyakan soal kesehatan reproduksi kepada orangtua.

Sementara itu, Deputi GM DKT Indonesia Pierre Frederick menambahkan, bila anak takut menanyakan seputar kesehatan reproduksi kepada orangtua, dikhawatirkan malah akan bertanya kepada teman atau internet.

“Kalau anak cari tahu di internet, ngetik beberapa kata saja mungkin keluarnya pornografi. Jangan sampai anak-anak mendapat informasi yang salah,” kata Pierre. Mungkin orangtua bingung bagaimana menjelaskan soal pendidikan seks atau kesehatan reproduksi kepada anak. Untuk itu, orangtua juga perlu menggali informasi yang benar.

Memberikan pendidikan kesehatan reproduksi memang sangat penting untuk menjaga anak dari pelaku kejahatan seksual hingga peraku seks berisiko. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates