Selasa , 21 November 2017
Home » Artikel » Kenyamanan Psikologis Bagi Senior

Kenyamanan Psikologis Bagi Senior

Bertambahnya jumlah penduduk lansia (baca: senior) merupakan dampak dari kualitas hidup yang semakin baik. Di seluruh dunia, ada tren pertambahan jumlah penduduk lansia (Lansia adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun.) Indonesia bahkan termasuk dalam lima besar negara dengan jumlah lansia terbanyak. Geliat pertumbuhan penduduk senior di daerah-daerah terus menunjukkan grafik meningkat, salah satunya di Kota Yogyakarta, menurut data 2012 jumlah senior di Kota Gudeg itu mencapai 48.092 jiwa.

Bertambahnya jumlah lansia dan semakin tingginya angka harapan hidup merupakan gambaran kualitas kesehatan fisik yang makin baik. Tapi kadang kita sering melupakan kualitas kesehatan mental. Keluhan seperti kesepian dan perasaan tidak dibutuhkan merupakan hal yang sering dialami oleh para lansia. Perubahan zaman ikut berperan mengubah pola interaksi manusia. Jika dahulu lansia dirawat oleh anak mereka, saat ini anak-anak mereka semakin sibuk bekerja. Lansia diberikan fasilitas kesehatan, tapi kurang diberikan kenyamanan dan dukungan psikologis.

Dalam teori perkembangan psikososial Erikson, disebutkan bahwa lansia memasuki fase perkembangan keutuhan versus keputusasaan. Manusia yang memasuki masa lansia melakukan refleksi terhadap perjalanan kehidupannya. Bagi mereka yang mampu mengisi kehidupan dengan aktivitas positif, keberhasilan sosial, serta dukungan keluarga akan berada dalam fase keutuhan. Sementara mereka yang kehilangan dukungan keluarga dan mengalami hambatan sosial cenderung mengalami keputusasaan dan perasaan kesepian.

Salah satu karakter paling mencolok dari lansia adalah kegemaran mereka bercerita tentang keberhasilan-keberhasilan di masa lalu. Setelah itu biasanya mereka akan memberikan nasihat bagi orang yang mendengarkan. Jika Anda memiliki orangtua atau saudara berusia lanjut yang gemar berbuat demikian, dengarkanlah mereka. Sekalipun Anda merasa konteks kisah mereka tidak tepat, dengarkan saja, karena itulah yang dibutuhkan oleh lansia. Mereka berada dalam fase perkembangan psikologis sebagai pemberi nasehat dan petunjuk bagi generasi di bawahnya. Melarang lansia bercerita dan memberikan nasehat sama seperti melarang remaja untuk jatuh cinta.

Produktivitas lansia tentu saja tidak sama dengan produktivitas usia dewasa awal. Yang dibutuhkan dari lansia adalah kebijaksanaan dan pengalaman mereka dalam menjalani kehidupan ini. Generasi muda memang punya kelebihan di sisi energi dan kreativitas, tapi generasi muda juga butuh kontrol dan pemikiran reflektif dari para orangtua.

Demi untuk memberikan kenyamanan bagi senior, adalah penting dipertimbangkan memberikan teman kepada mereka. Salah satunya dengan menghadirkan perawat pribadi (home care) yang diyakini akan sangat membantu para senior untuk menjalani hidup lebih baik. Metode pelayanan pribadi ini tidak saja berperan mendampingi senior, tapi juga mengawasi kehidupan, seperti soal makan, minum obat, dan sebagainya. Tentu dengan home care, Anda akan lebih fokus dalam bekerja karena sudah ada yang merawat senior di rumah Anda. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates