Selasa , 17 Oktober 2017
Home » Artikel » Kesehatan Banyak Lansia di Indonesia Terganggu

Kesehatan Banyak Lansia di Indonesia Terganggu

Kesehatan Banyak Lansia di Indonesia Terganggu – Sekitar 64,01 persen kesehatan lanjut usia di Indonesia terganggu, mulai sedang hingga parah. Sementara itu, sekitar 48 persen dari mereka yang berusia di atas 60 tahun tersebut terpaksa masih harus bekerja secara penuh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Aging atau penuaan itu adalah proses alamiah semua penduduk. Seiring perkembangan zaman, usia rata-rata manusia juga terus bertambah. Yang harus dipikirkan pemerintah agar tidak mengalami kesulitan ialah membuat mereka tetap dapat berguna dan sehat di usia tua,” kata pemerhati kependudukan Hayono Suyono dalam rapat koordinasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta, Selasa (7/2).

Dengan kondisi tersebut, ujarnya, pemerintah harus mengambil kebijakan yang mendukung kegiatan lansia. Salah satunya, dengan pendayagunaan manula agar dapat tetap aktif bekerja, tetapi dengan jenis pekerjaan yang ringan dan terkontrol atau dalam pantauan pemerintah.

“Di Singapura, misalnya, lansia menjaga loket tol. Mereka diberdayakan sehingga dapat tetap beraktivitas dan menghasilkan, tetapi mereka tidak terbebani secara berlebihan. Pemerintahnya mengatur hal itu,” ujar Hayono.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), umur harapan hidup di Indonesia meningkat dari 68,8 tahun pada 2004 menjadi 70,8 tahun pada 2015. Sementara berdasarkan undang-undang, manula ialah penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih. Sementara itu, menurut hasil sensus penduduk pada 2010, jumlah manula di Tanah Air tercatat 18,1 juta jiwa (7,6% dari total penduduk). Angka tersebut terus bertambah karena pada 2014 jumlah manula menjadi 18,781 juta jiwa. Saat ini jumlah manula telah mencapai 20,3 juta. Diperkirakan pada 2025, jumlahnya akan mancapai 36 juta jiwa. Dari angka tersebut, Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan jumlah manula terbanyak di dunia.

Sementara itu, Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty mengakui, upaya menyejahterakan manula masih terus diperjuangkan, selain melalui upaya sosialisasi program Keluarga Berencana (KB) setiap tahun. Salah satu yang tengah dilakukan untuk mendukung tujuan tersebut ialah program Lansia Tangguh dan Bina Keluarga Lansia. Kedua program itu berisi berbagai upaya dalam mendukung dan mendorong manula agar tetap dapat sehat dan produktif, di antaranya melalui program pelatihan keterampilan dan sosialisasi sadar kesehatan.

“Ini butuh kerja dan sinergitas dari berbagai unsur sebab kualitas hidup lansia juga sangat ditentukan oleh kualitas hidup sejak dini,” ujar Surya di acara yang sama. Ia juga mengungkapkan data riset kesehatan dasar (riskesdas). Menurutnya, penyakit terbanyak pada manula ialah hipertensi sebanyak 57,6 persen, artritis 51,9 persen, dan stroke 46,1 persen. Selain itu, penyakit lain juga kerap dialami manula, di antaranya malnutrisi, gangguan keseimbangan, kebingungan mendadak, demensia, dan osteoporosis. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates