Selasa , 17 Oktober 2017
Home » Artikel » Ketegasan Ortu Cegah Anak Jadi Perokok

Ketegasan Ortu Cegah Anak Jadi Perokok

Ketegasan Ortu Cegah Anak Jadi Perokok

Ketegasan Ortu Cegah Anak Jadi Perokok (Foto: dok. lifeanalisadaily.com)

Ketegasan Ortu Cegah Anak Jadi Perokok – Kebanyakan orangtua pada masa kini berpendapat bahwa sikap keras, mengekang, dan terlalu disiplin pada anak bukanlah strategi pola asuh yang benar. Mereka lebih memilih kebebasan, menanamkan kepercayaan diri (self esteem), demokrasi, dan keterbukaan dalam mengasuh anak.

Hanya saja, tidak selamanya orangtua yang memiliki pola asuh ‘keras’ berdampak negatif bagi tumbuh kembang anak. Sebuah penelitian mengindikasikan, orangtua yang tegas justru mencegah anak terjerumus ke dalam kebiasaan buruk saat beranjak remaja, salah satunya adalah merokok.

Para peneliti dari Georgetown University menganalisis pola pengasuhan yang tegas di dalam keluarga dari berbagai latar belakang etnis dan ras. Mereka menyurvei siswa sekolah menengah pertama dari berbagai latar belakang, dan menemukan fakta para remaja yang memiliki orangtua otoriter dan terstruktur cenderung merasa tidak tergoda untuk mencoba kebiasaan merokok.

“Banyak studi pada masa lalu yang menganalisis berbagai gaya pengasuhan, tetapi studi kami ini melihat secara spesifik bagaimana strategi pengasuhan dapat mencegah anak kecanduan rokok,” kata anggota tim peneliti tersebut, Cassandra Stanton.

Stanton mengatakan tidak seperti studi lainnya yang hanya menggunakan sampel dari keluarga kelas menengah, studinya menggunakan responden dari berbagai latar belakang etnis di distrik kelas bawah sebuah kota. “Penting bagi kami untuk melihat bagaimana cara orangtua mencegah anaknya memiliki kebiasaan merokok. Sebab, kebanyakan pecandu rokok berat mulai kebiasaan buruknya itu sejak usia 18 tahun,” imbuhnya.

Penelitian yang sudah ada mengindikasikan adanya kaitan antara kedisiplinan yang longgar dalam pola asuh dengan risiko kebiasaan merokok pada remaja. Untuk memperkuat dugaan tersebut, Stanton dan timnya meneliti 459 siswa kelas VIII dari keluarga kelas bawah.

Penelitian berlangsung dalam kurun waktu empat tahun untuk melihat apakah para siswa itu tumbuh menjadi dewasa muda perokok. Hasilnya, murid-murid yang memiliki orangtua otoriter cenderung hidup di tengah peraturan yang ketat dan jadwal rutin yang teratur. Kebanyakan dari mereka memiliki orangtua tegas yang akan menghukum jika anaknya ketahuan merokok.

Setelah menghukum, barulah para orangtua itu mendiskusikan mengapa anaknya memilih untuk merokok dan menasehati tentang bahaya merokok. Para murid yang memiliki tipikal orangtua seperti itu ternyata cenderung tidak terjerembab ke dalam kebiasaan merokok saat remaja. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates