Senin , 11 Desember 2017
Home » Artikel » Kiat Cegah Anak Gunakan Kata Kasar

Kiat Cegah Anak Gunakan Kata Kasar

Kiat Cegah Anak Gunakan Kata Kasar

Foto: dok. parenting.com

Kiat Cegah Anak Gunakan Kata Kasar – Hampir semua orangtua yang memiliki anak berusia di atas dua tahun pernah dikagetkan oleh kata-kata kasar yang keluar dari mulut anaknya, baik dalam konteks bercanda maupun benar-benar menyumpah.

Kebanyakan orangtua mungkin tertawa mendengar si kecil mengumpat. Tapi ternyata itu bukan reaksi yang tepat. Sikap itu malah akan membuatnya merasa tersanjung. Justru kita harus mengajarinya menggunakan bahasa yang lebih santun, meski hal itu tidak mudah mengingat kita sendiri sering keceplosan memaki di depan anak.

Nah, agar anak tidak terbiasa mengumpat atau menggunakan kata-kata kasar, penting bagi para ayah dan orang lain di dalam keluarga untuk menetapkan aturan berbahasa dan mengikutinya.

Berikut beberapa tips untuk menghilangkan kata-kata kasar dari mulut anak-anak kita, sekaligus bagaimana bersikap bila anak kita mengucapkan kata-kata tersebut:

  1. Buat aturan dan ikuti
    Kita tentu tidak bisa membatasi informasi yang diterima anak-anak kita dalam dunia serba terbuka saat ini. Andai mereka kita larang bergaul dengan anak yang bandel pun, anak kita bisa mendapatkan kata-kata kasar dari internet, televisi, dan lainnya. Maka yang perlu dilakukan adalah menentukan kata-kata apa saja yang boleh digunakan di rumah. Peraturan itu berlaku bagi siapa saja, termasuk orangtua. Sederhananya, kalau kita tidak ingin anak kita memaki dengan kata tertentu, maka kita juga tidak menggunakan kata itu. Hal itu mungkin saja sulit, karena beberapa orangtua biasanya terbiasa menggunakan kata-kata makian dalam komunikasi dengan teman-temannya, meski dalam suasana bercanda. Namun bila Anda sudah menetapkan kata tersebut tidak boleh diucapkan anak Anda, maka jangan bawa pulang kata-kata tersebut ke rumah.
  2. Bantu anak temukan cara lebih baik untuk mengungkapkan perasaanya
    Kata-kata makian yang keluar dari anak seringkali muncul saat mereka marah, frustasi, atau sebal. Untuk menghindarinya, ajarkanlah anak untuk menahan diri saat marah, misalnya dengan mengambil nafas dalam atau menghitung sampai 10. Kita juga bisa mengajarkan anak untuk menuliskan perasaannya dalam bentuk kalimat. Misalnya “Saya marah karena.”
  3. Cari kata pengganti yang lebih sopan
    Bagian ini kita sebenarnya sudah banyak belajar. Orang-orang Jawa yang menganggap kata “bajingan” sebagai kata kasar, sering mengubahnya menjadi bajigur (yang adalah nama minuman), atau kata “anjing” menjadi anjrit. Nah hal yang sama bisa kita terapkan untuk anak kita. Jadi bila anak Anda mengucapkan kata kasar tertentu, koreksilah dan ingatkan untuk menggunakan kata lain yang tidak berkonotasi kasar atau menghina.
  4. Jangan bereaksi berlebih
    Mendengar anak kita mengucapkan kata kasar di depan umum atau di depan saudara-saudara kita memang akan membuat kita malu. Tapi disarankan agar kita tidak bereaksi berlebihan dengan menyentil mulutnya atau meneriaki misalnya. Anda cukup menegurnya, dan menanyakan apakah dia tahu arti kata itu. Lalu jelaskan bahwa kata itu memiliki makna yang tidak baik, dan dapat menyakiti hati orang yang dipanggil dengan sebutan tersebut. Tegaskan lagi soal kesepakatan untuk tidak menggunakan kata-kata tertentu yang tidak baik. Dengan menetapkan aturan dan konsisten mematuhinya, kita akan bisa menghilangkan kata-kata kasar dari mulut buah hati kita, sekaligus juga dari mulut kita. (RN)
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates