Selasa , 14 November 2017
Home » Artikel » Kiat Hilangkan Kesepian Lansia

Kiat Hilangkan Kesepian Lansia

Bijak Hadapi Kesepian
Jimmy Carter (mantan Presiden Amerika Serikat) dalam buku The Virtues of Aging, 1998, menuliskan: “Kita tidak mendadak menjadi tua ketika kita mencapai usia 65 tahun, ketika menjadi kakek atau nenek atau ketika mengalami menopause. Kita hanya tua jika kita merasa tua, jika kita menganut sikap mandeg, tidak mandiri, membatasi aktivitas fisik dan mental, dan membatasi ruang lingkup pergaulan dengan orang lain.

Apa yang dipesankan Jimmy Carter tersebut perlu direnungkan, karena setiap orang membutuhkan hubungan sosial dengan orang lain yang akrab dan mendalam, sehingga kesepian ini yang merupakan derita batin, menghilangkan makna hidup dan eksistensi diri seseorang sebagai makhluk sosial, dapat terjadi jika hubungan sosial di atas tidak terpenuhi.

Pada umumnya, para lanjut usia mengalami perasaan kesepian karena kehilangan hal-hal yang dimilikinya semasa muda seperti kebugaran dan penampilan fisik. Faktor lainnya, rasa kehilangan seperti kehilangan pasangan hidup, anak-anak yang sudah berkeluarga, teman-teman, jabatan atau pekerjaan, pendapatan, serta penampilan fisiknya karena penuaan.

Untuk mengatasi rasa kesepian tersebut, dr. Erlina Sutjadi dari Departemen Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto menyampaikan beberapa kiat. “Kuncinya sebenarnya penerimaan diri dalam siklus kehidupan, itu yang paling sulit, dan sadari kalau sehat, cantik, bahagia, datang dari diri sendiri,” katanya.

Selain itu, para lansia harus tetap melakukan aktivitas yang berguna bagi dirinya dan orang lain dengan membuat pengaturan waktu. “Dengan olahraga yang teratur, membaca, ikut pertemuan keluarga, reuni dengan teman-teman, dan kegiatan keagamaan,” katanya.

“Untuk memperoleh masa tua yang cantik, sehat dan bugar, perlu mempersiapkan diri dari sekarang, menanamkan informasi tentang perubahan-perubahan kehidupan,” imbuh dr. Erlina.

  1. Memelihara kemandirian. Meski senior masih membutuhkan orang lain, tapi sifatnya tidak bergantung penuh.
  2. Lakukan aktivitas yang berguna bagi dirinya dan orang lain.
  3. Membuat pengaturan waktu untuk semua kegiatan.
  4. Terus memperbarui informasi tentang perubahan-perubahan hidup.
  5. Aktif dalam komunitas. Terlibat secara aktif baik dalam komunitas para senior maupun yang bersifat religius akan sangat membantu para senior untuk tidak merasa kesepian.
  6. Memberikan pelayanan kepada lansia dalam bentuk memberi asisten atau pendamping (perawat) yang bisa menemaninya dalam keseharian. (RN)

 

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates