Selasa , 17 Oktober 2017
Home » Artikel » Lansia Banyak Alami Gangguan Pendengaran

Lansia Banyak Alami Gangguan Pendengaran

Lansia Banyak Alami Gangguan Pendengaran

Lansia Banyak Alami Gangguan Pendengaran (Foto: dok. klikdoktor.com)

Lansia Banyak Alami Gangguan Pendengaran – Gangguan pendengaran, baik ringan maupun berat memengaruhi kualitas hidup seseorang, terutama dalam hal komunikasi. Penyerapan informasi yang salah berpengaruh terhadap produktivitas.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2012, sebanyak 360 juta atau 5,3 persen penduduk dunia mengalami ketulian, separuh di antaranya (180 juta) berada di Asia Tenggara. Sementara itu, Indonesia berada di posisi ke-4 di ASEAN setelah Sri Lanka, Myanmar, dan India.

Data Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan tahun 2013 menunjukkan, prevalensi gangguan pendengaran didominasi oleh lanjut usia berusia di atas 75 tahun dengan angka 36,6 persen. Angka tersebut lebih besar dibandingkan kelompok usia 65-74 tahun sebesar 17,1 persen, dan kelompok usia 55-64 tahun sebesar 5,7 persen.

Sementara pada kelompok usia di bawah 54 tahun, prevalensi masih tergolong kecil, yaitu di bawah 2,3 persen. Kesimpulannya, prevalensi gangguan pendengaran semakin meningkat dengan bertambahnya usia di Indonesia.

Ditinjau dari latar belakang pendidikan, prevalensi ketulian tertinggi juga lebih banyak dialami usia lanjut di atas 75 tahun, yaitu sebesar 1,45 persen. Kebanyakan dari penderita tidak menempuh pendidikan atau tamat Sekolah Dasar, yaitu sekitar 0,38 dan 0,12.

Data lain menunjukkan bahwa setiap tahun, lebih dari 5.000 anak di bawah lima tahun (balita) di Indonesia mengalami ketulian dengan angka kelahiran 2,6 persen. Data tahun 2013 tersebut menunjukkan bahwa terdapat sembilan provinsi yang memiliki angka tinggi penderita ketulian, yaitu Nusa Tenggara Timur, Lampung, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Maluku Utara, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan DI Yogyakarta.

Sementara itu, Maluku menduduki peringkat tertinggi dalam hal prevalensi ketulian pada balita dengan angka 0,45 persen. Angka tersebut jauh di atas angka nasional yang bertengger pada angka 0,09 persen.
(RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates