Senin , 13 Agustus 2018
Home » Artikel » Mau Anak Mandiri? Begini Caranya

Mau Anak Mandiri? Begini Caranya

Mau Anak Mandiri? Begini Caranya

Mau Anak Mandiri? Begini Caranya (Foto: dok. sehatnatural.co.id)

Mau Anak Mandiri? Begini Caranya – Anak sudah cukup besar tapi selalu mengandalkan orangtua atau orang lain untuk melakukan tugas-tugas sederhana. Hmm, gimana ya membuat anak lebih mandiri?

Menurut Anastasia Satrio M.Psi., psikolog anak, ada tahapan-tahapan perkembangan yang harus dilewati oleh anak. Kemandirian  sebenarnya bisa dimulai oleh anak sejak usia dini. Misalnya saat mereka menyuap makanan sendiri, pakai baju sendiri, toilet training, hingga belajar untuk memilih hal yang ingin dimakan atau dibeli.

Anas, demikian dia biasa disapa, juga menambahkan bahwa tipe pengasuhan atau parenting style orangtua juga memengaruhi kemandirian anak. Kata dia, yang ideal adalah cara pengasuhan orangtua disesuaikan dengan kebutuhan dan tipe temperamen anak. Soalnya kan anak ada yang mudah diberi tahu, ada yang pemahamannya lambat dan ada anak yang susah diatur.

“Karena tidak ada cara pengasuhan yang instan dan langsung tertanam pada anak, tidak seperti resep masakan yang bisa kita ikuti langkah-langkahnya dan mudah untuk kita lakukan. Tapi benar-benar disesuaikan dengan kondisi dan tipe anak maupun orangtuanya, harus sensitif dan responsif terkait kebutuhan anak, tapi kita juga bisa beri batasan/boundaries untuk anak dalam melakukan sesuatu,” papar Anas.

Paling mudah untuk mengevaluasi tipe pengasuhan dengan merefleksikan tipe pengasuhan yang pernah didapatkan dulu sebagai seorang anak. Selanjutnya disesuaikan dengan apa yang orangtua rasakan saat dewasa alias dampak apa yang didapat dari pengasuhan waktu kecil. Mana yang baik diterapkan untuk anak saat ini dan mana yang tidak tepat.

Dengan cara merefleksikan pengalaman terdahulu orangtua terkait pengasuhan anak, maka bisa membuat si kecil akan menyerupai sikap orangtuanya. Artinya, jika ayah dan ibu adalah orang yang disiplin, maka si kecil juga akan menjadi seperti itu juga.

Berbeda jika orangtua yang hanya memaksakan si anak dengan memberi peraturan yang orangtua berikan, tanpa tahu seperti apa sifat anak. Kalau begini kondisinya, si anak malah depresi.

Perlu diingat juga sebagai orangtua bahwa anak melakukan apa yang mereka lihat. Dan sesuatu yang paling bisa dicontoh atau ditiru anak adalah apa yang dilakukan orangtuanya. Jadi ketimbang tergoda untuk marah-marah saat anak membiarkan mainannya berserakan, baiknya Ayah dan Bunda mengajak si kecil bersama-sama membereskan mainannya. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates