Selasa , 21 November 2017
Home » Artikel » Mau Sembuh, Harus Patuh

Mau Sembuh, Harus Patuh

Kepatuhan berobat jangan dianggap remeh dan memiliki peran penting akan kesehatan pasien.
Kepatuhan berobat pasien penyakit kronis sangat penting. Sayangnya, sulit dilaksanakan pasien dengan berbagai alasan. Padahal, patuh berobat akan dapat menghindari komplikasi, kecacatan, dan kematian.

Kepatuhan merupakan keterlibatan kolaboratif, secara sukarela, dan aktif dari pasien untuk mendapat hasil terapi yang diinginkan. Beberapa aspek kepatuhan meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, minum obat teratur, konsultasi berkala, dan target pengobatan.

Kepatuhan berobat adalah faktor penting mencegah penyakit yang diderita pasien. Pada penderita penyakit kronis yang perlu terapi rutin, di antaranya hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.

Sebuah penelitian yang pernah dilakukan menyebutkan tingkat kepatuhan terhadap penyakit kronis hanya berkisar 43-78 persen saja. Padahal, dianjurkan tingkat kepatuhan mencapai setidaknya 80-95 persen.

Banyak faktor yang membuat penderita penyakit kronis tidak patuh. Salah satunya faktor health care provider (dokter, perawat, dan apoteker) jadi hambatan seseorang tidak patuh, termasuk sistem layanan ksehatan, termasuk harga obat yang mahal, akses obat yang sulit dan diri pasien itu sendiri yang tidak mau patuh.

Tertukar
Banyak orang yang sering tertukar antara penyakit akut (spontan), dan kronis (menahun). Penyakit akut merupakan penyakit yang berat, terjadi mendadak dan berlangsung singkat. Contohnya, patah tulang karena kecelakaan dan sesak nafas karena debu.

Sementara penyakit kronis tidak selalu bergejala, perlahan, dan menahun. Seperti osteoporosis (pengeroposan tulang), asma berulang yang berlangsung sejak kecil sampai dewasa, pembuluh darah yang menyempit yang bisa menyebabkan serangan jantung (stroke), diabetes mellitus, alzheimer, parkinson, hipertensi, kanker, ginjal, dan lupus. Penyakit kronis juga dapat dibagi menjadi menular dan tidak menular. (RN)

—–
TIPS MINUM OBAT

  • Buat catatan, yang ditempel di tempat-tempat yang dilewati setiap hari. Seperti kulkas, lemari, meja rias, dan telepon.
  • Untuk menarik perhatian, bisa gunakan warna terang atau mencolok dan minta orang lain untuk memasangnya di beberapa tempat.
  • Tulis dalam agenda waktu minum obat. Bila perlu gunakan spidol atau pensil warna untuk menandai waktu minum obat.
  • Gunakan boks/wadah penyimpan obat yang memiliki sekat-sekat untuk hari ini dan waktu minum obat tertentu (pagi, siang, dan malam).
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates