Senin , 20 November 2017
Home » Artikel » Mengenal Hemodialisis Ginjal

Mengenal Hemodialisis Ginjal

Penderita dengan penurunan fungsi ginjal disarankan untuk melakuan cuci darah (hemodialisis). Ini bentuk terapi pengganti ginjal, baik mereka yang menderita ginjal akut maupun kronik.

Dialisis ginjal adalah suatu proses untuk menggantikan sebagian kerja ginjal, yang salah satunya untuk menyaring dan membuang zat-zat berbahaya, menjaga keseimbangan asam-basa, dan menjaga keseimbangan cairan dari darah sehingga darah kembali ke dalam keseimbangan tubuh yang optimal.

Terdapat berbagai jenis dialisis ginjal, termasuk hemodialisis, darah disaring di luar tubuh dengan mesin hemodialisis dan Peritoneal Dialisis, yaitu darah disaring di dalam tubuh dengan cairan khusus. Selama hemodialisis, tubuh akan terhubung ke mesin yang mengambil alih sebagian pekerjaan ginjal dalam menyaring darah.

Sebelum dilakukan hemodialisis, dokter perlu membuat sebuah akses pintu masuk ke dalam salah satu pembuluh darah sehingga dapat dihubungkan ke mesin, yang dikenal sebagai akses vaskuler sehingga darah dapat dipindahkan dan kemudian dikembalikan ke dalam tubuh.

Terdapat 2 jenis akses vaskuler, bersifat sementara dengan memasukkan tabung plastik tipis ke pembuluh darah besar di daerah leher atau pangkal paha dari kaki. Akses jenis ini bersifat sementara. Adapun yang bersifat permanen, yaitu menghubungkan satu arteri ke satu vena untuk membuat satu area pembuluh darah yang lebih besar, yang disebut fistula (CIMINO) dan menggabungkan arteri dan vena bersama-sama menggunakan tabung plastik lembut disebut graft.

Untuk memerlukan akses sementara atau permanen, maka dokter akan memberikan rekomendasi sesuai yang kita butuhkan yang bergantung pada kondisi individunya. Akses vaskuler tersebut diperkirakan telah terbentuk kira-kira 6-8 minggu sebelum dipakai untuk proses hemodialisis.

Pada saat hemodialisis, darah akan dialirkan dari pembuluh darah melalui akses vaskuler yang sudah terbentuk, kemudian dialirkan menuju alat penyaring bernama dializer/fiber/hollow fiber melalui selang darah yang dikenal sebagai arteri vena blood line, yang selanjutnya darah akan dikembalikan lagi ke tubuh, setelah darah mengalami proses penyaringan di dalam alat penyaring. Pasien sering membutuhkan perawatan dialisis beberapa kali seminggu.

Menurut dia, lama sesi setiap hemodialisis bergantung pada seberapa baik kerja ginjal dinilai dari fungsi ginjal (cek darah), berapa banyak cairan yang diperoleh sejak sesi dialisis terakhir dinilai dari pertambahan berat badan, berapa banyak limbah yang dikumpulkan dalam darah Anda sejak sesi dialisis terakhir dinilai dari hasil perhitungan zat urea, dan jenis mesin hemodialisis yang digunakan.

Dialisis ginjal adalah perawatan yang diperlukan untuk orang dengan penyakit ginjal stadium akhir atau end stage renal diseases (ESRD), yang berarti telah kehilangan sekitar 85% sampai 90% dari fungsi ginjal. Akan tetapi, dialisis mungkin diperlukan dalam beberapa kasus emergency tertentu.

Kebanyakan pasien hemodialisis membutuhkan perawatan tiga kali seminggu selama tiga sampai lima jam atau lebih dalam sehari, sesuai dengan rekomendasi KDOQI/Kidney Disease Outcome Quality Initiative. Hal ini sangat menentukan kualitas hidup pasien dengan gagal ginjal.

Dialisis ginjal ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Namun, beberapa pasien mungkin mengalami tekanan darah rendah, yang dapat menyebabkan sakit kepala, kram, mual, dan muntah. Hal ini biasanya hilang setelah beberapa kali perawatan.

Jika menggunakan dialisis, kita juga mungkin merasa seperti tertekan/depresi. Depresi adalah masalah umum di antara banyak pasien yang menggunakan dialisis, tetapi hal ini seringnya dapat diobati. Bicarakan dengan dokter jika merasa tertekan. Dialisis ginjal memerlukan penjadwalan yang ketat dan penyesuaian gaya hidup, yang dapat mengganggu kemampuan untuk bekerja atau menikmati kegiatan sehari-hari. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates