Selasa , 17 Oktober 2017
Home » Artikel » Mengenal Komplikasi Penyakit DM/Diabetes Melitus (bagian 5)

Mengenal Komplikasi Penyakit DM/Diabetes Melitus (bagian 5)

Mengenal Komplikasi Penyakit DM

Foto: dok. udoctor.com

Diabetes melitus adalah penyakit progresif yang kompleks, yang disertai dengan beberapa komplikasi. Ini adalah gangguan metabolisme dari sistem endokrin dan terdaftar di antara gangguan yang paling umum di kedua negara maju dan berkembang. Hiperglikemia adalah fitur karakteristik diabetes melitus dan hiperglikemia kronik dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah.

Berikut beberapa komplikasi dari penyakit diabetes mellitus (DM):

  1. Gangguan Fungsi Ginjal
    Gangguan fungsi ginjal terjadi akibat kerja ginjal yang terlalu berat. Tugas ginjal adalah menyaring zat sisa yang sifatnya racun dari zat makanan. Zat-zat sisa tersebut nantinya akan dibuang ke luar tubuh dalam bentuk urin. Pada penderita diabetes dimana kadar gula darahnya meningkat drastis, ginjal terpaksa harus menyerap kelebihan gula dalam darah untuk selanjutnya dibuang bersama dengan urin. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan ginjal dalam hal menahan kelebihan gula dalam darah.Terkait dengan fungsi ginjal yang satu ini, ginjal memiliki nilai batas ambang ginjal dalam hal menahan kelebihan gula dalam darah. Jika kadar gula dalam darah melebihi nilai batas ambang ginjal, yaitu 180 mg/dL, maka ginjal pun terpaksa harus menyaring gula tersebut untuk dibuang bersama dengan urin.Dengan masuknya gula ke dalam ginjal secara terus menerus maka akibatnya akan dapat mengganggu fungsi ginjal, terutama pembuluh darah halus ginjal. Jika tidak segera diketahui dan mendapatkan penanganan yang tepat maka dapat terjadi disfungsi ginjal yang nantinya berkembang menjadi kerusakan ginjal. Jika sudah demikian biasanya dokter akan menyarankan penderita untuk segera melakukan cuci darah secara rutin guna menggantikan tugas ginjal. Namun ini dilakukan hanya sebagai alternatif sampai penderita mendapatkan cangkok ginjal.
  2. Gangguan Penglihatan
    Gangguan penglihatan yang terjadi disebabkan oleh tingginya kadar gula darah penderita. Tingginya kadar gula darah tersebut nantinya tidak hanya akan mempengaruhi kerja pembuluh darah melainkan juga dapat mempengaruhi saraf. Jika keduanya terjadi maka akibatnya akan sangat fatal bagi penderita.Umumnya gangguan penglihatan yang terjadi hanya sebatas penglihatan yang berkurang sehingga penderita akan lebih cenderung untuk terus berganti kacamata. Ketika gejala ini muncul sebaiknya segera lakukan pemeriksaan mata secara mendalam agar dapat diketahui apakah memang terjadi gangguan pada mata penderita atau tidak. Hal ini guna mencegah terjadinya kerusakan pada mata yang lebih parah sehingga resiko kebutaan dapat dicegah atau bahkan dihindari.
  3. Gangguan Fungsi Jantung
    Penyempitan pada pembuluh darah dapat mengakibatkan gangguan pada jantung. Selain gangguan penglihatan dan ginjal, kadar gula darah yang meningkat juga dapat mengakibatkan gangguan fungsi jantung. Gangguan fungsi jantung yang terjadi akibat tingginya kadar gula dalam darah sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
    Penyempitan pembuluh darah yang terjadi tentu saja akan berdampak pada kinerja jantung sebagai pemompa darah. Hal ini mengingat dengan adanya penyempitan pembuluh darah yang terjadi maka jantung akan kekurangan suplai oksigen dan juga nutrisi penting yang diperlukan guna menjaga fungsinya. Penyakit ini juga memiliki risiko tinggi untuk terkena stroke, aterosklerosis, dan tekanan darah tinggi.
  4. Gangguan Saraf  atau Neuropati
    Gangguan saraf tepi ini sebenarnya termasuk dalam kategori komplikasi diabetes melitus ringan. Mengapa? Hal ini karena umumnya gangguan saraf tepi terjadi pada seseorang yang baru saja menderita diabetes. Gangguan saraf tepi ini nantinya akan menimbulkan gejala seperti kesemutan sampai nyeri pada bagian tubuh tertentu, seperti kaki dan tangan. Neuropati pada sistem pencernaan dapat memicu mual, muntah, diare, atau konstipasi.
  5. Disfungsi seksual
    Kerusakan pembuluh darah halus serta saraf pada para penderita diabetes pria (terutama perokok) dapat mengakibatkan disfungsi ereksi. Pada penderita diabetes wanita, komplikasi ini mungkin berupa kepuasan seksual yang menurun, kurangnya gairah seks, vagina yang kering, atau gagal mencapai orgasme. (RN)

    [su_highlight]BACA JUGA: Kupas Tuntas Penyakit Diabetes[/su_highlight]

    1. Penyakit Diabetes (bagian 1)
    2. Penyakit Diabetes (bagian 2)
    3. Penyakit Diabetes (bagian 3)
    4. Penyakit Diabetes (bagian 4)
    5. Penyakit Diabetes (bagian 5)
    6. Penyakit Diabetes (bagian 6)
    7. Penyakit Diabetes (bagian 7)

 

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates