Senin , 13 November 2017
Home » Artikel » Mengenal Lebih Dekat Alzheimer (bagian 10)

Mengenal Lebih Dekat Alzheimer (bagian 10)

Mengenal Lebih Dekat Alzheimer

Mengenal Lebih Dekat Alzheimer (Foto: dok. alodokter.com)

Mengenal Lebih Dekat Alzheimer (bagian 10) – Banyak orang belum mengenal betul apa itu penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.

Pada fase awal, seseorang yang terkena penyakit Alzheimer biasanya akan terlihat mudah lupa, seperti lupa nama benda atau tempat, lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui, dan lupa mengenai isi percakapan yang belum lama dibicarakan bersama orang lain.

Seiring waktu gejala akan meningkat. Penderita kemudian akan kesulitan melakukan perencanaan, kesulitan bicara atau menuangkan sesuatu ke dalam bahasa, kesulitan membuat keputusan, kerap terlihat bingung, tersesat di tempat yang tidak asing, mengalami gangguan kecemasan dan penurunan suasana hati, serta mengalami perubahan kepribadian, seperti mudah curiga, penuntut, dan agresif.

Pada kasus yang parah, penderita penyakit Alzheimer bisa mengalami delusi dan halusinasi, serta tidak mampu melakukan aktivitas atau bahkan tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain.

Alzheimer disebabkan oleh penumpukan plak amiloid di otak. Gejala dan jenis Alzheimer pun akan tergantung dari bagian otak mana yang terkena. Sejumlah peneliti berharap, segera dikembangkan teknologi untuk melihat plak di otak sehingga mendapat diagnosis yang akurat.

Bisa dikatakan alzheimer adalah penyakit sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Kondisi ini menyebabkan sel sel saraf dalam otak mati, sehingga sinyal sinyal otak sulit di transmisikan dengan baik. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orangtua. Ini lantaran penyakit ini paling sering ditemukan pada orangtua berusia lanjut sekitar 65 tahun ke atas.

Nama penyakit Alzheimer diambil dari nama Dr. Alois Alzheimer, dokter berkebangsaan Jerman yang pertama kali menemukan penyakit ini pada tahun 1906. Dr. Alzheimer memperhatikan adanya perubahan jaringan otak pada wanita yang meninggal akibat gangguan mental yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Alzheimer berat ditandai dengan kehilangan daya ingat yang progresif sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, disorientasi tempat, orang dan waktu, serta mengalami masalah dalam perawatan diri, seperti lupa mengganti pakaian. Penderita penyakit itu biasanya juga mengalami perubahan tingkah laku seperti depresi, paranoia, atau agresif.

  • Faktor penyebab

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer, di antaranya adalah gaya hidup yang tidak sehat, berusia tua di atas 65 tahun, memiliki orangtua atau saudara kandung yang sakit Alzheimer, memiliki riwayat penyakit jantung, dan pernah mengalami luka berat di kepala.

Faktor penyebab lainnya antara lain, Pengidap kencing manis, Tingkat kolesterol yang tinggi, Pengidap hipertensi yang mencapai usia 40 tahun ke atas, dan kurang berolahraga.

  • Diagnosis

Dalam mendiagnosis penyakit Alzeimer, penting bagi dokter untuk menanyakan gejala yang dialami oleh pasien. Dokter akan menanyakan apakah pasien sering lupa, mengalami perubahan perilaku, bicara tidak jelas, dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dibantu orang lain. Selain itu, dokter juga akan mengevaluasi riwayat kesehatan pasien, seperti bagaimana status mental yang pernah atau sekarang diderita, obat-obatan apa yang dikonsumsi, dan adakah keluarga yang juga berpenyakit Alzheimer.

Pemeriksaan melalui CT Scan atau MRI mungkin akan ditawarkan oleh dokter untuk melihat adanya perubahan signifikan di dalam otak apabila pasien dicurigai menderita penyakit Alzheimer.

Tujuan pengobatan dalam kasus penyakit Alzheimer adalah untuk memperlambat perkembangan gejalanya saja karena penyakit ini belum bisa disembuhkan. Selain dengan pemberian obat-obatan, penanganan dari aspek psikologis melalui stimulasi kognitif juga harus diterapkan guna memperbaiki ingatan penderita, memulihkan kemampuannya dalam berbicara dan memecahkan masalah, serta membantunya memperbaiki kemampuan berbicara.

Penderita Alzheimer umumnya hidup sekitar 8-10 tahun setelah gejala muncul, namun ada juga beberapa penderita lain yang bisa hidup lebih lama dari itu.

  • Penanganan

Belum ada obat yang pasti bagi penderita Alzheimer. Beberapa obat yang digunakan di antaranya Donepezil — obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium; Rivastigmine — obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium; Memantin — obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzhaimer taraf sedang hingga berat dengan mekanisme keja yang berbeda dan unik dengan memperbaiki proses sinyal Glutamat. Obat ini diawali dengan dosis rendah 5 mg setiap minggu dilakukan selama tiga minggu untuk mencapai dosis optimal 20 mg/hari.

Untuk mendapatkan obat yang tepat lebih baik konsultasi dengan Dokter spesialis.

Di sisi lain, berbagai upaya pencegahan terus diupayakan agar tidak terkena penyakit ini, misalnya: mminyak ikan, berolahraga rutin, dan, mengisi teka teki silang adalah aktivitas yang disebut-sebut bermanfaat bagi otak.

Meski begitu, tidak ada bukti kuat bahwa semua itu dapat mencegah penyakit Alzheimer.Sebuah panel ahli yang terdiri dari para ahli menyimpulkan, suplemen, obat atau interaksi sosial juga belum terbukti dapat mencegah penyakit degenerasi otak tersebut. Kelompok ahli itu mengamati puluhan riset yang menunjukkan cara-cara untuk mencegah Alzheimer, penyakit yang merusak otak dan tidak dapat diobati. Tetapi belum menemukan satu pun bukti yang cukup kuat akan dampaknya bagi pencegahan.

Karena itu, segera temui dokter jika daya ingat Anda mengalami perubahan atau Anda khawatir mengidap demensia. Penyakit Alzheimer yang dapat terdiagnosis sejak dini memberikan Anda lebih banyak waktu untuk melakukan persiapan serta perencanaan untuk masa depan. Selain itu, Anda akan mendapatkan penanganan medis lebih cepat yang bisa sangat bermanfaat. (RN)

[su_highlight]BACA JUGA: Kupas Tuntas Penyakit Alzheimer/Demensia[/su_highlight]

  1. Bagian 1
  2. Bagian 2
  3. Bagian 3
  4. Bagian 4
  5. Bagian 5
  6. Bagian 6
  7. Bagian 7
  8. Bagian 8
  9. Bagian 9
  10. Bagian 10
  11. Bagian 11
  12. Bagian 12
  13. Bagian 13
  14. Bagian 14
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates