Selasa , 14 November 2017
Home » Tips dan Artikel » Mengompol, Wajarkah Terjadi pada Orang Usia Lanjut?

Mengompol, Wajarkah Terjadi pada Orang Usia Lanjut?

Mengompol ternyata bukan hanya masalah anak kecil saja. Masalah ini juga akan dialami oleh orang tua, terutama wanita sejak usia senja. Makin tua seseorang, makin besar kemungkinannya untuk mengalami mengompol. Namun demikian, masalah ini hendaknya tidak dianggap sebagai bagian dari proses menua yang normal sehingga dapat diabaikan dan dianggap wajar terjadi pada orang tua. Mengapa orang tua atau orang usia lanjut lebih mudah mengalami mengompol?

Ada beberapa hal yang membuat orang usia lanjut lebih mudah mengompol. Pertama adalah melemahnya otot dasar panggul yang menyangga kandung kemih dan memperkuat pintu saluran kemih (sfingter uretra) agar tidak mudah bocor. Otot dasar panggul yang melemah ini dapat disebabkan banyaknya melahirkan, sering mengedan, batuk kronik, dan yang terpenting karena menghilangnya hormon estrogen setelah menopause.

Kedua adalah karena timbulnya kontraksi-kontraksi abnormal pada kandungan kemih yang menimbulkan rangsangan untuk berkemih sebelum waktunya. Kondisi ini sering dikaitkan dengan penyakit-penyakit tertentu seperti stroke, demensia, Parkinson, dan sebagainya.

Ketiga adalah sisa air seni di dalam kandung kemih yang cukup banyak sehingga dengan pengisian sedikit saja sudah merangsang orang untuk berkemih. Keadaan ini disebabkan oleh pengosongan kandung kemih yang tidak sempurna.

Keempat adalah akibat yang ditimbulkan oleh hipertrofi (pembesaran) prostate (kelenjar kelamin pria) yang dapat pula memperbanyak sisa air seni di kandung kemih akibat pengosongan yang tidak sempurna.

Beberapa Penyebab Timbulnya Mengompol

Seperti dikemukakan di atas, orang usia lanjut umumnya telah memiliki beberapa penyakit menahun yang dideritanya sejak usia pertengahan (40 tahun ke atas), dengan segudang obat di tangan yang harus diminumnya setiap hari. Di antara berbagai macam obat yang dikonsumsi, ada beberapa obat yang dapat merangsang timbulnya mengompol. Obat pencahar kencing (diuretic), obat darah tinggi, obat penenang adalah beberapa contoh.

Beberapa jenis minuman tertentu juga akan memicu timbulnya mengompol seperti kopi, soft drink dan air manis.

Ketidak mampuan untuk bergerak secara baik akibat penyakit-penyakit seperti reumatik, patah tulang, kegemukan, dan sebagainya juga akan menyulitkan orang tua ke toilet sehingga ait seni sudah terlanjur keluar sebelum sampai ke toilet.

Infeksi saluran kemih jangan dilupakan sebagai pemicu timbulnya mengompol sehingga diperiksa secara rutin bila ada keluhan mengompol yang tiba-tiba.

Pilar Pengobatan

Pasien tua dengan mengompol umumnya dicoba ditangani dengan pendekatan tanpa obat. Pertama-tama harus dicari dulu penyebab mengompol yang dapat diobati, seperti infeksi saluran kemih atau obat-obatan tertentu yang diminum oleh orang usia lanjut tersebut.

Selain itu, penderita mengompol tersebut dapat diajari beberapa latihan seperti latihan kandung kemih, latihan kebiasaan berkemih, latihan otot dasar panggul, dan sebagainya.

Latihan kandung kemih bertujuan memperpanjang interval saat berkemih yang normal dengan teknik distraksi atau teknik relaksasi. Penderita diharapkan dapat menghambat atau menahan keinganan/sensasi untuk berkemih bila belum waktunya. Pasien diinstruksikan untuk berkemih dengan interval waktu tertentu, mula-mula setiap jam, selanjutnya interval berkemih diperpanjang secara bertahap sampai pasien ingin berkemih setiap 2-3 jam. Teknik ini memerlukan motivasi yang kuat dari penderita untuk berlatih menahan keluarnya air seni dan hanya berkemih pada waktu tertentu saja.

Latihan kebiasaan memerlukan penjadwalan waktu berkemih. Untuk maksud tersebut diupayakan agar jadwal berkemih sesuai dengan pola berkemih pasien sendiri. Teknik ini membutuhkan keterlibatan petugas kesehatan dan/atau pengasuh pasien.

Prompted voiding dilakukan dengan cara mengajari pasien mengenali kondisi berkemih mereka serta dapat memberitahukan petugas atau pengasuh bila ingin berkemih. Teknik ini digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi berpikir.

Latihan otot dasar panggul atau latihan Kegel memegang peranan penting pada mengompol. Latihan ini sangat bermanfaat terutama pada wanita dengan atau tanpa kandung kemih yang overaktif. Latihan dilakukan dengan membuat kontraksi berulang-ulang pada otot dasar panggul. Dengan memperkuat otot tersebut, latihan ini diharapkan dapat meningkatkan kekuatan saluran kemih luar agar dapat menutup secara sempurna.

Sebelum pasien menjalani latihan, harus dilakukan lebih dahulu pemerikasaan lubang kemaluan (perempuan) atau rectum untuk menetapkan apakah mereka dapat mengkontraksikan otot dasar panggulnya.

Teknik-teknik di atas tentu saja harus disertai dengan evaluasi fisik dan lingkungan social pasien seperti kemudahan mencapai toilet harus lebih mudah, pakaian dalam atau celana yang mudah dibuka, sistem bel (untuk memanggil petugas kesehatan atau pengasuh usia lanjut) yang mudah dijangkau oleh pasien, dan sebagainya.

Kesimpulan

Mengompol merupakan masalah yang sering dan akan semakin sering dijumpai pada pasien usia lanjut. Masalah ini dapat mengakibatkan timbulnya masalah lain yang lebih serius seperti infeksi saluran kemih, dekubitus, jatuh dan fraktur, serta depresi dan rasa terisolir. Mengompol harus dianggap bukan sesuatu yang normal terjadi pada orang usia lanjut dan harus dicari penyebabnya, serta dikelolah dengan baik dan benar. Pengisian kartu catatan berkemih yang teliti dapat mengarahkan kita pada kemungkinan jenis mengompol dan tentu saja pengelolaannya. Bila diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan canggih seperti urodynamic study. Berbagai upaya tanpa obat dapat dilakukan oleh pengasuh orang usia lanjut untuk mengatasi atau paling tidak sebagai pertolongan pertama pada mengompol.

Disadur dari karangan Dr. Siti Setiati, Sp.PD (Sub bagian Geriatri Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN-CM) pada buku Pedoman Praktis Perawatan Kesehatan untuk Pengasuh Orang Usia Lanjut.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates