Senin , 20 November 2017
Home » Artikel » Orang Tua Harus Memahami Bahaya Obesitas Anak

Orang Tua Harus Memahami Bahaya Obesitas Anak

Orang Tua Harus Memahami Bahaya Obesitas Anak

Foto: dok. abiummi.com

Orang Tua Harus Memahami Bahaya Obesitas AnakObesitas anak merupakan salah satu masalah kesehatan global. Satu-satunya cara untuk mengurangi dampaknya adalah dengan mencegah anak mengalami kelebihan berat badan yang bisa berujung pada obesitas.

Menurut dr Julistio Djais, SpA(K), MKes, pakar gizi anak dari RS Hasan Sadikin Bandung, langkah pertama yang harus dilakukan untuk mencegah obesitas anak adalah memberi pemahaman kepada orang tua. Orang tua harus mengerti bahwa anak yang gemuk bisa membawa dampak buruk bagi si anak di masa depan.

“Orangtuanya dulu yang harus paham bahaya obesitas pada anak. Memang mungkin sekarang terlihat lucu, tapi coba pikirkan dampaknya dalam 5 tahun atau 10 tahun ke depan, apakah masih akan lucu?” tutur dr Julistio dalam temu media di Hotel Veranda, Jl Kyai Maja, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan dr Julistio, berbagai penelitian sudah membuktikan bahwa risiko penyakit metabolik seperti diabetes melitus, hipertensi hingga penyakit kardiovaskular lainnya dimulai sejak anak-anak. Anak yang kegemukan tentunya memiliki risiko lebih tinggi mengidap penyakit-penyakit tersebut daripada anak dengan berat badan normal.

Secara kurva tumbuh kembang, anak biasanya mengalami kelebihan berat badan hingga usia 5 tahun. Setelah usia 5 tahun, terjadi penurunan berat badan seiring bertambahnya tinggi badan anak.

Nah, anak yang kembali gemuk saat menjelang puber berisiko mengalami kegemukan hingga remaja, bahkan dewasa. Di sisi lain, risiko obesitas ditemukan lebih rendah pada anak yang setelah usia 5 tahun tidak memiliki penambahan berat badan yang berarti.

Risiko kegemukan juga ditemukan lebih besar pada anak-anak yang mengonsumsi susu formula. Dikatakan dr Julistio, hal ini terjadi karena penumpukan nutrisi akibat anak diberikan susu formula sekaligus diet makanan yang tidak seimbang.

“Kalau orangtuanya sudah paham bahaya diabetes anak, baru kita bicarakan apa penanganannya. Apakah dietnya yang diubah atau aktivitas fisiknya yang diperbanyak. Yang penting orang tuanya paham dulu kalau obesitas anak itu berbahaya,” tandasnya. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates