Senin , 20 November 2017
Home » Artikel » Orangtua, Jangan Paksa Anak Habiskan Makanannya!

Orangtua, Jangan Paksa Anak Habiskan Makanannya!

Orangtua, Jangan Paksa Anak Habiskan Makanannya!

Foto: dok. anakvidoran.com

Orangtua, Jangan Paksa Anak Habiskan Makanannya! – Kebiasaan makan yang baik dapat dibentuk sejak bayi. Salah satunya adalah dengan tidak memaksa anak menghabiskan makanannya. Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K), mengatakan, kegiatan makan seharusnya bukan suatu paksaan bagi anak.

“Makan enggak boleh lebih dari setengah dan enggak usah dipaksa. Kalau sudah geleng-geleng kepala enggak usah diberikan lagi. Kalau 10 menit enggak mau, berarti ya enggak mau makan lagi,” kata Damayanti di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bayi yang sudah mendapat makanan pendamping ASI, sebaiknya diberikan makan dua jam sekali. Pemberian makan tentu selang-seling dengan camilan sehat. Anak akan tahu kapan ia lapar dan kenyang. Ketika anak makan sedikit, biasanya ia akan cepat lapar.

Menurut Damayanti, tunggulah waktunya makan untuk kembali memberikan makan kepda si kecil.

“Makan itu setiap dua jam, karena anak itu perutnya kecil. Dengan dibiasakan, akhirnya dia tahu kalau makan sedikit akan lapar,” kata Damayanti.

Bayi yang merasa lapar biasanya sering memasukkan tangan ke mulutnya. Orangtua harus peka dengan tanda anak lapar sebelum si kecil menangis. Ketika sudah menangis, akan sulit mengetahui apakah tangisan itu karena lapar, pipis, atau sebab lainnya.

Sering kali ibu menyodorkan ASI dengan cepat ke mulut anak saat sedang menangis untuk menenangkannya. Cara ini sebaiknya dihindari.

“Tenangkan dulu nangisnya, kalau masih memasukkan tangan ke mulut, berarti dia lapar,” jelas Damayanti.

Sementara itu, dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Konsultan Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja, dr. Tjhin Wiguna, Sp. KJ(K) menambahkan, makan memang seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Proses pemberian makan yang baik bisa memengaruhi tumbuh kembang anak, termasuk psikososialnya. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates