Selasa , 14 November 2017
Home » Artikel » Pemanasan Global Timbulkan 7 Masalah Serius

Pemanasan Global Timbulkan 7 Masalah Serius

Dunia sekarang sedang menghadapi global warming (pemanasan global). Hal itu sejak kini telah mulai dirasakan, dan akan semakin dirasakan ke depannya. Faktanya, pemanasan global telah merugikan jutaan insan di muka bumi ini. Berikut 7 hal yang terjadi sebagai akibat dari global warming.

  1. Lebih banyak kematian akibat gelombang panas yang ekstrim
    Efek gelombang panas mungkin kurang disadari oleh Anda yang sehari-harinya lebih banyak berada dalam ruangan ber-AC. Di negara-negara berkembang, di masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap pendingin udara, gelombang panas adalah masalah hidup dan mati. Dan pada dekade ke depan, tidak hanya negara berkembang, negara-negara maju pun akan merasakan akibatnya. Diperkirakan ribuan bahkan jutaan orang akan terkena dampak langsung dari hal ini.
  2. Masa alergi musiman lebih panjang
    Diprediksi mulai tahun 2030 ada ratusan bahkan ribuan kasus alergi harus menginap di rumah sakit, bahkan terjadi kematian dini akibat alergi. Para ahli menjelaskan bahwa peningkatan kadar karbondioksida di udara akan memungkinkan lebih banyak alergen tumbuh, memicu bersin, mata berair, dan serangan alergi yang serius termasuk sesak napas dan kematian.
  3. Pasokan air menjadi kotor
    Pemanasan global, membuat es di kutub mencair. Ini berarti lebih banyak air limpasan (air hujan yang tidak menguap), sehingga menyerap polutan. Akhirnya, pasokan mata air untuk minum terkontaminasi juga. Begitupun sungai dan laut tempat sebagian makanan kita berasal.
  4. Lebih banyak penyakit disebarkan oleh nyamuk
    Tahun ini epidemi virus Zika adalah indikasi bahwa penyakit yang disebarkan oleh serangga bukan sesuatu yang bisa dianggap ringan. Temperatur hangat berarti musim kawin dan berkembang biak lebih panjang dari sebelumnya, bagi nyamuk dan dan kutu pembawa penyakit Lyme dan penyakit paras lain karena parasit.
  5. Gizi dalam sayur berkurang
    Perubahan iklim berarti pergeseran musim tanam. Tidak hanya perubahan iklim akan mengubah praktik pertanian, meningkatnya karbondioksida di atmosfer juga dapat menurunkan nilai gizi dari tanaman. Jikapun Anda masih bisa mendapatkan semua sayuran yang Anda suka, tapi tidak akan cukup bernutrisi untuk Anda.
  6. Meningkatkan risiko keracunan makanan
    Kenaikan suhu dan peningkatan kejadian seperti banjir dan kekeringan akan menghasilkan lebih banyak kesempatan terjadinya kontak antara pasokan bahan makanan dengan patogen yang menyebabkan risiko buruk terhadap kesehatan.
  7. Naiknya kasus kesehatan mental
    Ini adalah efek tidak langsung, tapi sangat serius. Dengan perubahan iklim, kita dapat berharap untuk melihat peristiwa cuaca yang lebih ekstrim seperti angin topan dan badai yang super dahsyat. Semua kehancuran disebabkan oleh fenomena alam itu, baik kehancuran harta benda maupun nyawa, akan memicu dampak psikologis pada ribuan orang. Menjaga agar lingkungan tetap hijau dengan menanam pohon, mengambil aksi nyata untuk mengurangi polusi (gunakan kendaraan umum alih-alih kendaraan pribadi, hemat listrik, kurangi pemakaian kertas, tisu, plastik, memilah sampah organik dan non organik dan lain-lain) adalah cara kita untuk menunda dan mengurangi risiko bencana kesehatan global tersebut. (RN)
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates