Selasa , 21 November 2017
Home » Artikel » Pendamping Lansia Harus Profesional

Pendamping Lansia Harus Profesional

Pendamping bagi lanjut usia atau Caregiver tidak hanya menemani, tetapi harus berperan ‘menggantikan’ orang-orang terdekat lansia yang menjadi tanggungjawabnya.
Hal itu dikatakan Tuti Haryati, Direktur Pelayanan Sosial Lansia Kementerian Sosial dalam sebuah kesempatan di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut dia, tenaga pendamping harus profesional, mempunyai perhatian yang lebih. Jangan sampai lansia yang didampinginya merasa kesepian.

Pendamping harus mampu menjadi penganti posisi anak atau keluarga orang yang dijaganya. Umumnya lansia ingin mencurahkan perhatian atau curhat. Di sinilah peran pendamping lansia, untuk menjadi pendengar yang baik. Jika berbagai cara ini dilakukan akan mampu meningkatkan kualitas hidup lansia yang dijaganya. “Jadi jangan sampai lansia walaupun ada pendamping masih merasa sendiri dan tidak tahu mau curhat ke siapa,” katanya.
Lansia umumnya tidak mudah melupakan kebersamaan dengan keluarga. “Bagaimana membayangkan dari awalnya keluarga besar, lalu hilang satu per satu. Tentu membawa kesedihan. Di sini peran pendampingnya”.

Ia mendorong penyedia jasa layanan pendamping lansia mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhan.

“Perusahaan atau yayasan penyedia jasa pendampingan bagi para lansia harus memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas termasuk dalam menyiapklan pendamping,”

imbuhnya. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates