Senin , 13 November 2017
Home » Artikel » Penderita Alzheimer Butuh Kasih Sayang (bagian 4)

Penderita Alzheimer Butuh Kasih Sayang (bagian 4)

Penderita Alzheimer Butuh Kasih Sayang

Penderita Alzheimer Butuh Kasih Sayang (Foto: dok. terapinonfarmakologi.com)

Penderita Alzheimer Butuh Kasih Sayang (bagian 4) – Tidak semua orang atau keluarga mampu mengurus penderita alzheimer. Butuh kesabaran tinggi untuk mengatasinya. Setiap anggota keluarga perlu berbagi peran untuk mengurus pasien alzheimer sesuai dengan kompetensi masing-masing. Berikut beberapa cara mengatasi gejala perilaku alzheimer.

  1. Sulit tidur
    Jika penderita demensia sulit tidur, berilah aktivitas yang positif. Selain itu, batasi tidur siangnya dan lakukan higiene tidur. Higiene tidur merupakan cara mengatur sikap dan lingkungan agar mendapatkan tidur malam yang normal dan berkualitas. Misalnya, mengatur kebiasaan makan, minum, olahraga, dan nonton tv. Dari sisi faktor lingkungan, misalnya mengatur cahaya, suara, suasana, hingga suhu kamar.
  2.  Perilaku berulang
    Penderita alzheimer suka melakukan perilaku berulang seperti mempertanyakan atau menceritakan sesuatu berulang kali. Untuk mengatasi hal ini, alihkan perhatiannya dengan aktivitas lain.
  3. Suka berkelana
    Penderita alzheimer sering “menghilang“ dengan berjalan-jalan atau berkelana sendiri ke luar rumah. Atasi dengan membatasi akses ke luar rumah, berikan tanda pengenal, ciptakan pula lingkungan yang aman untuk bergerak di dalam maupun luar rumah.
  4. Buang air kecil dan besar sembarangan
    Jika penderita alzheimer melakukan hal ini, teruslah melatih mereka ke kamar mandi setiap hari.
  5. Halusinasi dan delusi
    Jika mereka mulai berhalusinasi, coba lah untuk menenangkan dan alihkan perhatian. Jangan menghadapinya dengan berdebat.
  6. Disinhibisi seksual
    Jika melakukan hal ini, sediakanlah ruang privasi. Berikan ia pakaian yang nyaman, tetapi sulit untuk dilepaskan sendiri.
  7. Agitasi atau agresi
    Agitasi merupakan suatu gangguan yang ditunjukkan dengan aktivitas motorik. Lindungi keamanan pasien, diri sendiri dan orang di sekitar. Lakukan pula persuasi dan komunikasi nonverbal.
  8. Perlu perawat khusus
    Perlu tenaga perawat khusus untuk menangani penderita alzheimer. Para perawat pun harus dibekali pelatihan untuk menangani penderita alzheimer. Dengan kata lain, perawat Alzheimer harus bertalenta khusus. Punya hati dan sabar. (RN)

[su_highlight]BACA JUGA: Kupas Tuntas Penyakit Alzheimer/Demensia[/su_highlight]

  1. Bagian 1
  2. Bagian 2
  3. Bagian 3
  4. Bagian 4
  5. Bagian 5
  6. Bagian 6
  7. Bagian 7
  8. Bagian 8
  9. Bagian 9
  10. Bagian 10
  11. Bagian 11
  12. Bagian 12
  13. Bagian 13
  14. Bagian 14
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates