Selasa , 14 November 2017
Home » Artikel » Penderita Diabetes Sebaiknya Lakukan Olahraga Ringan

Penderita Diabetes Sebaiknya Lakukan Olahraga Ringan

Manusia dirancang untuk bergerak. Karena itu, rajinlah bergerak.
Hasil penelitian menunjukkan para penderita diabetes atau biasa disebut diabetesi bila rajin melakuan olahraga ringan, maka akan membuat kadar gula darah menjadi normal.

Misal, para diabetesi saat duduk santai bisa diselingi dengan berjalan, squat atau olahraga betis setidaknya selama 3 menit, mereka memiliki tingkat gula darah yang lebih rendah. Hormon insulin dan protein c-peptida dalam darah—yang dapat meningkat ketika diabetes—pun terkontrol dengan baik.

“Sistem biologis akan berfungsi optimal ketika kita bergerak dan aktif secara fisik,”

kata pemimpin studi Paddy Dempsey, seorang peneliti di Baker IDI Heart and Diabetes Institute di Melbourne, Australia.

“Waktu duduk yang terlalu panjang pada kehidupan membuat banyak orang kehilangan kesempatan untuk melalukan gerakan yang sehat.”

Para penderita diabetes tipe 2, yang dikaitkan dengan obesitas dan penuaan dan terjadi ketika tubuh tidak dapat memroses gula. Sementara penelitian sebelumnya juga telah mengaitkan antara rendahnya aktivitas fisik dengan peningkatan risiko diabetes dan memiliki gejala lebih buruk dari penyakit ini.

Diujicoba juga bila para diabetesi tidak banyak bergerak dan hanya duduk di meja kerja, hari ketika peserta melakukan aktivitas setiap 30 menit dengan berjalan, squat, atau olahraga betis. Ternyata, tekanan gula darah cenderung meningkat.

Hasilnya, dibandingkan dengan duduk seharian, duduk yang diselingi dengan berjalan, squat, dan olahraga betis terkait dengan penurunan gula darah yang signifikan, kestabilan insulin dan c-peptida.
Tanda diabetes lain seperti peningkatan trigliserida atau lemak dalam darah juga secara signifikan lebih rendah, kata para peneliti melaporkan dalam jurnal diabetes Care.
Penderita diabetes harus menanggapi temuan ini sebagai pengingat untuk menghindari efek diabetes dalam jangka waktu yang lama, terutama setelah makan, kata Bethany Barone Gibbs, seorang peneliti di bidang kesehatan dan aktivitas fisik di University of Pittsburgh.

“Kabar baiknya adalah, Anda cukup bangun dari duduk untuk berjalan kaki singkat atau melakukan latihan resistensi seperti squat dan latihan daya tahan betis,”

kata Gibbs. Jadi, jika Anda tidak bisa meninggalkan meja kerja atau tidak ingin meninggalkan televisi, Anda dapat melakukan beberapa squats dan olahraga betis di tempat, tambah Gibbs. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates