Saran Psikolog Agar Anak Makan Sehat

Saran Psikolog Agar Anak Makan Sehat
Foto: dok. makarame.com

Anak usia sekolah atau 5-12 tahun membutuhkan gizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kemampuan psikologis. Orangtua memiliki peranan penting untuk memastikan kecukupan gizi pada anak usia sekolah.

Pada masa usia ini, orangtua tidak lagi menggunakan pendekatan fisik pada anak tapi  pendekatan psikologis. Dengan melibatkan diskusi mendalam, yang dapat diterima oleh anak, serta melibatkan teknik modifikasi perilaku. Teknik lain yang digunakan adalah teknik koregulasi.

Menurut psikolog anak dan remaja Roslina Verauli, “Untuk membuat anak agar makan makanan gizi seimbang yang diubah pertama bukan perilaku, tapi situasi dan konsekuensi,” ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Misalnya, orangtua dapat menyediakan makanan sehat di rumah. Ketika anak sekolah, orangtua menyiapkan bekal makanan yang sehat untuk anak. Selain itu, orangtua juga dapat menjadi panutan anak dalam mengkonsumsi makanan sehat dengan minum jus atau buah bersama anak.

“Orangtua menjadi model perilaku makan makanan sehat. Meskipun berat untuk Anda, minumlah jus atau makan buah di depan anak,” ujar psikolog yang biasa disapa Vera ini.

Jika tidak sempat membuatkan bekal untuk anak, orangtua dapat mengikuti program yang menyediakan makanan sehat saat sarapan dan makan siang di sekolah. Dengan teknik ini anak diharapkan dapat mencontoh kebiasaan makan makanan sehat. Setelah itu orangtua dapat menanyakan seperti apa perubahan yang dialami anak.

Hasil studi pada 2003 yang dimuat dalam Journal of American Dietetic Association, anak usia sekolah merasa lebih baik tentang dirinya dan fokus lebih baik saat belajar, setelah makan makanan sehat. Hasil studi lain pada beberapa negara juga menunjukkan makanan yang sehat kaya protein, vitamin, dan mineral berkorelasi dengan baik terhadap perkembangan kognitif usia sekolah. (RN)