Selasa , 21 November 2017
Home » Tips dan Artikel » Serangan Jantung

Serangan Jantung

Jantung memompa darah ke seluruh jaringan tubuh melalui serangkaian pembuluh darah yang panjangnya 96.500 km. Darah memasok oksigen dan zat gizi yang berguna bagi kesehatan ke jaringan tubuh. Masalah dapat muncul di otot jantung, katup jantung, sistem konduksi listrik, pericardium (kantung yang menyelimuti jantung) atau arteri koroner (arteri yang memasok darah ke otot jantung itu sendiri). Artikel ini khusus tentang masalah pada arteri koroner, penyebab “serangan jantung” yang merupakan salah satu dari penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia. Saat Anda berumur, terbentuk endapan lemak di arteri koroner jantung yang mengakibatkan penyakit arteri koroner (jantung koroner). Aterosklerosis – “pengerasan arteri” – dapat terjadi di seluruh tubuh. Ketika arteri koroner menyempit atau tersebut, aliran darah ke otot jantung berkurang atau terhenti. Bila otot jantung tidak menerima cukup pasokan darah, Anda akan merasa nyeri dada atau tertekan (angina). Bila aliran darah cukup lama tersumbat di arteri koroner (sekitar 30 menit hingga 2 jam), bagian otot jantung yang biasanya dipasok oleh arteri tsb. akan mati. Kematian otot jantung disebut infark miokardial atau serangan jantung. Serangan jantung lazimnya disebabkan oleh gumpalan darah yang tiba-tiba menyumbat arteri jantung. Gumpalan itu biasanya terbentuk di sebuah arteri yang telah menyempit akibat timbunan lemak. Serangan jantung: Bila ditangani segera dapat menyelamatkan nyawa Serangan jantung biasanya menyebabkan nyeri dada yang berlansung lebih dari 15 menit. Tetapi, kadang “diam-diam” dan tanpa gejala. Sebagian penderita serangan jantung pernah mengalami peringatan beberapa jam, hari, atau beberapa minggu sebelumnya. The American Heart Association mendata isyarat serangan jantung. Yakini, Anda tidak pernah mengalami gejala tersebut, gejala ini dapat datang dan pergi.

  1. Tekanan yang tidak enak, rasa penuh, atau rasa diremas-remas di tengah dada berlangsung selama beberapa menit. Nyeri serangan jantung berbeda-beda pada setiap orang, tetapi umumnya dada terasa diremas-remas hebat dan disertai mengeluarkan banyak keringat. Rasa sakit menyebar ke bahu dan lengan kiri, ke punggung dan bahkan sampai ke rahang.
  2. Rasa nyeri menyebar ke kedua bahu, leher, atau lengan.
  3. Sakit kepala ringan, pingsan, berkeringat, mual atau napas tersengal-sengal.

Semakin banyak gejala yang dirasakan, semakin besar kemungkinan Anda mengalami serangan jantung. Bila Anda menduga terkena serangan jantung atau sekadar gangguan pencernaan, segera:

  1. Pergi ke rumah sakit.
  2. Duduk diam atau berbaring jika merasa mau pingsan. Tarik napas perlahan dan dalam.
  3. Kunyah sebutir aspirin, kalau Anda tidak alergi terhadap aspirin. Aspirin mengencerkan darah dan dapat menurunkan angka kematian secara signifikan.

Kalau Anda menemukan orang yang nyeri dada, lakukan langkah di atas. Kalau orang itu pingsan, segera lakukan pernapasan buatan. Setelah pasien serangan jantung tiba di rumah sakit, dia akan diberi obat penghancur gumpalan darah atau menjalani prosedur yang disebut angioplasty (balonisasi koroner), yakni melebarkan arteri-arteri yang tersumbat sehingga darah dapat mengalir ke jantung. Kalau penggunaan obat penghancur gumpalan darah atau angioplasty tertunda lebih dari 2 jam, hasilnya kurang bermanfaat.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates