Selasa , 21 November 2017
Home » Artikel » Siasati Stress Dengan Rileks

Siasati Stress Dengan Rileks

Stres? Cukup Hadapi Dengan Rileks!
Menurut sebuah studi, tumbuh dan hidup di daerah perkotaan ternyata mempengaruhi cara otak Anda merespon stres. Dan ternyata respons itu bukanlah dengan cara yang baik.

Memang telah lama diketahui bahwa orang yang hidup di kota mengalami stres lebih tinggi daripada yang tinggal di pedesaan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa penduduk kota lebih mudah mengalami kecemasan dan suasana hati yang buruk. Tetapi sampai sekarang, hanya sedikit penelitian yang mendeteksi bagaimana stres memengaruhi otak pada populasi yang berbeda.

Dokter Jens Pruessner dari Douglas Mental Health University, Quebec, mengatakan, “Temuan sebelumnya telah menunjukkan bahwa risiko untuk gangguan kecemasan 21 persen lebih tinggi untuk orang-orang dari kota, yang juga memiliki 39 persen risiko lebih besar untuk gangguan mood.”

Selain itu, insiden untuk skizofrenia hampir dua kali lipat untuk individu yang lahir dan dibesarkan di perkotaan. Penentuan biologis merupakan langkah pertama untuk memperbaiki tren ini. Pruessner dan tim ilmuwan di Institut Pusat Kesehatan Mental, Mannheim, melakukan pemindaian otak terhadap 32 relawan mahasiswa saat mereka ambil bagian dalam tes aritmatika. Para siswa itu dituntun untuk percaya bahwa mereka berkinerja buruk lalu diminta untuk berusaha lebih baik.

Hasil pemindaian mengungkapkan bahwa otak penduduk kota lebih aktif dalam merespons stres. Hidup di perkotaan dikaitkan dengan respons stres yang lebih besar dalam amigdala, area otak yang terlibat dengan regulasi emosional dan suasana hati.

Tapi pendidikan yang lebih baik di perkotaan berhubungan dengan aktivitas di korteks cingulate, suatu wilayah yang terlibat dalam mengatur stres. “Temuan ini menunjukkan bahwa setiap area otak yang memiliki kepekaan yang berbeda-beda terhadap pengalaman kehidupan kota dalam kehidupan seseorang,” kata Pruessner.

Agar stres tidak menguasai hidup dan akhirnya melumpuhkan semangat hidup dan bekerja, maka harus menyiasatinya. Antara lain;

1. Sediakan waktu rileks
Menurut penelitian, stres yang berhubungan dengan pekerjaan dimulai sejak pagi, sebelum Anda berangkat kerja. Daripada memikirkan beban pekerjaan (tapi tidak ada solusinya), lebih baik digunakan waktu Anda yang terbatas tersebut untuk melakukan relaksasi seperti meditasi dan yoga. Teknik pernapasan adalah teknik relaksasi yang paling mudah untuk dilakukan. Caranya dengan menarik nafas dalam-dalam, lalu hembuskan sampai tak ada lagi udara yang tersisa di paru-paru. Lakukan minimal 3x sampai membayangkan beban Anda berkurang.

2. Bekerja lebih efisien
Selalu kekurangan waktu untuk menyelesaikan tugas bisa jadi bukan disebabkan tugas yang berlebihan, melainkan menyangkut waktu dan cara mengerjakannya. Untuk bekerja secara lebih efisien harus terampil menentukan prioritas. Adanya urutan prioritas dapat membantu Anda mengatur strategi.

3. Tingkatkan energi dengan tidur
“Ketika lelah, Anda lebih mudah merasa stres karena hal-hal yang sepele,” demikian tulis Camile Anthony dalam “The Art of Napping at Work” (1999). Kesalahan juga akan membuat perhatian Anda menurun sehingga mudah melakukan kesalahan. Tidur 15 menit di tengah waktu kerja akan sama manfaatnya dengan tidur malam 3 jam. Yang penting, tingkatkan energi segera jika sudah merasa terlalu lelah. Tidur selama 30 menit atau kurang, menurut Anthony akan meningkatkan mood dan rasa humor.

4. Kembangkan pola hidup sehat
Pola hidup sehat merupakan kunci untuk bebas stres. Pilihlah makanan dan minuman yang bisa menurunkan stres yaitu makanan yang banyak mengandung vitamin B kompleks seperti kacang-kacangan dan padi-padian. Kurangi makanan berlemak dan perbanyak makan buah dan sayur. Berolah raga secara teratur. Olahraga yang cukup tidak saja menyehatkan badan tapi juga memperbesar kapasitas badan dan memperbesar kapasitas paru-paru sehingga mampu menampung oksigen yang lebih besar. Dengan kadar oksigen tinggal di dalam darah yang kemudian akan diedarkan ke seluruh tubuh Anda akan berpikir lebih jenuh.

5. Lupakan pekerjaan saat libur
Membawa laptop saat liburan keluarga? Tinggalkan saja kebisaan itu. Liburan sebaiknya benar-benar digunakan untuk istirahat. Berlibur atau santai bukan berarti membuang waktu. Selain memberikan energi tambahan yang akan membuat Anda lebih kreatif, berlibur bersama akan mempererat hubungan Anda dengan keluarga. Dan dianjurkan untuk berlibur dengan mendekati alam pedesan dan menjauhi hiruk pikuk mal, karena itu tidak akan menyembuhkan stres.

6. Pekerjaan bukan segalanya
Bekerja memang penting. Dengan sekaligus mendapat lahan untuk aktualisasi diri. Tapi di luar pekerjaan, masih banyak kegiatan lain yang dapat menimbulkan perasaan berguna bagi Anda. Dengan mengikuti kegiatan di luar pekerjaan, stres Anda di tempat pekerjaan akan berkurang. Anda dapat menyakinkan diri bahwa walaupun Anda tidak bisa memperbaiki keadaan di tempat kerja, Anda bisa mengendalikan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan Anda. Perasaan mampu mengendalikan kehidupan Anda sendiri adalah harta tak ternilai. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates