Selasa , 17 Oktober 2017
Home » Artikel » Terapkan 3J Bagi Diabetes

Terapkan 3J Bagi Diabetes

Terapkan 3J Bagi Diabetes

Terapkan 3J Bagi Diabetes (Foto: dok. lpmdinamika.co.)

Terapkan 3J Bagi Diabetes – Peningkatan gula darah adalah sesuatu yang harus dihindari penyandang diabetes (diabetes). Akan tetapi  masih banyak orang yang tidak-menahu bagaimana cara menentukan suatu makanan bisa memicu kenaikan gula darah dan tidak.

Ahli gizi dari RSAL Dr Ramelan, Siti Nur Futikhah, AMd.Gz., mengatakan diabetesi dapat melakukan pengendalian gula darah dengan terapi gizi dan latihan jasmani.

Terapi gizi seperti apa yang dimaksud? Seperti kita tahu, diabetesi memiliki patokan makan khusus yang disebut dengan 3J yang merupakan kependekan dari Jadwal, Jumlah dan Jenis. “Jadi sebenernya tidak perlu takut makan nasi atau daging, yang penting ikuti aturan,” katanya dalam Seminar Hidup Sehat Bersama Diabetes di Gedung Serba Guna RSAL Dr Ramelan, beberapa waktu lalu.

Pertama, untuk jadwal, diabetesi rata-rata hanya diperbolehkan makan 6 kali, dengan pengaturan:

  • Jam 06.00 makan utama
  • Jam 09.00 snack
  • Jam 12.00 makan utama
  • Jam 15.00 snack
  • Jam 18.00 makan utama
  • Jam 21.00 snack

“Pasien diabetes boleh berpuasa tapi pengaturannya menjadi berbeda. Jadi jadwal jam 6 pagi diganti snack saat buka puasa atau ta’jil, lalu jam 18.30/19.00 makan nasi sebagai pengganti makan siang. Setelah tarawih nasi lagi untuk menggantikan makan pagi jadi lebih sedikit,” paparnya. Untuk sahur, dimulai dengan nasi sebagai pengganti makan sore di jam 3 pagi dan snack di jam 3.30.

Selain terjadwal, jenis makanan yang dikonsumsi juga tidak bersifat ‘wajib’. Semisal untuk sumber karbohidrat, nasi yang dipilih tak harus nasi merah atau nasi hitam yang seratnya tinggi, tetapi nasi putih juga oke.

Hanya saja menurut Futikhah, ketika pasien memilih nasi putih, disarankan untuk menambah porsi seratnya, baik dari sayur maupun buah-buahan. Mi boleh, tapi porsinya harus diperhatikan. Mi instan pun boleh, jadi bumbunya yang dikurangi, imbuhnya.

Yang terpenting adalah makanan yang dipilih merupakan sumber karbohidrat kompleks seperti gandum, jagung, kentang, ubi jalar dan singkong. Sedangkan yang harus dihindari adalah karbohidrat sederhana seperti gula, sirup dan selai, yang hanya diperbolehkan sebagai bumbu masakan saja. “Syaratnya, gula darahnya normal, jadi sifatnya mencicipi. Tapi kalau gula darahnya sudah di atas 200 ini jelas tidak diperbolehkan,” pesannya.

Untuk sumber protein, jenisnya juga tidak dibatasi, tetapi yang paling baik adalah ikan laut, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, tahu dan tempe serta susu rendah lemak. Namun Futikhah memberikan perkecualian untuk mereka yang telah mengalami komplikasi ginjal.

Selain itu, pasien diabetes yang juga memiliki gangguan asam urat diminta lebih berhati-hati. “Makanan sumber protein dapat menyebabkan kenaikan asam urat sebesar 20-25 persen, tetapi kalau jeroan dan daging bebek ini memang sebaiknya dihindari karena memicu kenaikan asam urat sampai 50 persen,” lanjutnya.

Ditambahkannya, kuning telur boleh tapi dibatasi seminggu 3 kali. Lemak trans seperti margarin dan mentega sebenarnya boleh tapi ini juga hanya boleh 2 gram/hari, itu kan sedikit sekali ya.

Perlu dipahami, karena kebutuhan gizi untuk masing-masing pasien diabetes berbeda-beda, maka Futikhah menyarankan untuk rutin melakukan konsultasi dengan ahli gizi agar dapat ditentukan pola makannya. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates