Senin , 20 November 2017
Home » Artikel » Vaksin Pencegah Kolesterol Tinggi Tengah Dikembangkan

Vaksin Pencegah Kolesterol Tinggi Tengah Dikembangkan

Vaksin Pencegah Kolesterol Tinggi Tengah Dikembangkan – Ilmuwan di Eropa tengah mengembangkan vaksin untuk mencegah kolesterol tinggi. Harapannya, vaksin ini bisa mengurangi jumlah pasien penyakit jantung dan pembuluh darah yang angkanya semakin meningkat.

Tingginya angka low density lipoprotein (LDL) kolesterol atau kolesterol jahat bisa berimbas pada meningkatnya risiko penyempitan pembuluh darah. Nah, sebuah obat bernama AT04A sedang diuji oleh para ilmuwan untuk mencegah kolesterol meningkat, dengan cara membentuk antibodi terhadap enzim tertentu yang ada di dalam darah.

Enzim bernama PCSK9 ini berfungsi untuk mencegah tubuh menghilangkan kadar LDL dalam darah, yang menyebabkan kolesterol meningkat. Dengan adanya vaksin, fungsi enzim PCSK9 akan berkurang sehingga kolesterol LDL bisa lebih cepat dibuang dari tubuh.

Penelitian dilakukan oleh dr Gunther Staffler, dari AFFIRis, sebuah perusahaan farmasi yang khusus mengembangkan vaksin, kepada sejumlah mencit yang diberikan makanan berlemak. Peneliti lalu menyuntikkan vaksin AT04A kepada mencit dan mengukur kadar kolesterolnya.

Hasil penelitian yang diterbitkan di European Heart Journal menyebut kadar kolesterol total mencit turun hingga 53 persen setelah disuntikkan vaksin. Risiko perlemakan pembuluh darah pun turun hingga 64 persen, dan risiko peradangan pembuluh darah turun hingga 21-28 persen.

“Menurunnya kadar kolesterol total menunjukkan ada korelasi antara antibodi yang disuntikkan dengan produksi enzim terkait. Jika penelitian tahap lanjut terhadap manusia dilakukan, maka kita bisa berharap adanya terapi, vaksinasi dan booster yang lebih baik untuk penyakit kardiovaskular,” ungkap dr Staffler, dikutip dari EurekAlert!

Berbeda dengan vaksin umum yang menggunakan antibodi dari protein bakteri atau virus dan merupakan benda asing, AT04A justru menargetkan enzim yang muncul dan dibuat oleh tubuh sendiri. Karenanya, dr Staffler menyebut terapi ini juga cocok disebut sebagai imunoterapi.

Profesor Ulrich Laufs dari Saarland University, Jerman, mengatakan bahwa penelitian ini cukup menjanjikan karena penyumbatan pembuluh darah akibat perlemakan merupakan salah satu jenis penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi. Namun untuk melanjutkan penelitian, harus diingat ada standar keamanan yang harus dipenuhi.

“Selain itu harus dilihat pula efek vaksin ini secara jangka panjang dalam tahap uji klinis,” ungkap Prof Laufs yang tak terlibat penelitian. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates