Selasa , 14 November 2017
Home » Artikel » Waspadai, Nyeri di Pinggang Berujung Tulang Rapuh

Waspadai, Nyeri di Pinggang Berujung Tulang Rapuh

Jangan sesekali menganggap enteng nyeri di pinggang. Tanpa penanganan yang tepat, bukan saja akan sakit berkepanjangan, tapi aktivitas hidup pun akan terganggu.

Nyeri pinggang (low back pain) harus diwaspadai. Penyebab terbesar nyeri pinggang adalah kekakuan otot yang disebabkan oleh posisi tubuh yang salah atau terjadi robekan pada jaringan otot karena jatuh, bisa juga karena iritasi saraf pada tulang belakang, kelainan tulang, osteoporosis atau kerapuhan tulang, hingga masalah pada organ tubuh seperti ginjal dan ovarium.

Tanda-tanda lain yang biasanya muncul seperti bagian bawah tubuh terasa baal, kesemutan, dan gangguan saat buang air kecil atau buang air besar, juga tidak boleh diabaikan. Pada beberapa kasus, kejadian saraf kejepit pada ruas tulang belakang, misalnya, jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan otot-otot mengecil, hingga impotensi.

Para senior (diatas usia 40 tahun, red) bahkan harus mewaspadai terjadinya kerapuhan tulang. Dalam hal ini perempuanlah yang paling rentan dan harus waspada. Hormon estrogen yang dikandung dalam tubuh perempuan pada usia 30 tahun mulai menurun. Padahal, estrogenlah yang berperan merangsang osteoblas, yang bekerja membentuk tulang.

Setelah estrogen menurun, maka yang terjadi dalam pengrusakan tulang oleh osteoklas, sementara pembentukan tulang oleh osteoblas berkurang. Jika tulang rapuh, dan akhirnya patah, satu-satunya penanganan yang dimungkinkan adalah dengan operasi untuk memberi penyangga tambahan pada tulang.

Karena itu, sebelum usia 30 tahun, seorang perempuan harus memperhatikan asupan ke dalam tubuhnya dengan makanan berkalsium, menghindari rokok dan alkohol, serta rutin berolah raga. Jika tidak, maka ia rentan terkena osteoporosis.

Berenang
Banyak orang mencoba mengatasi nyeri pinggang dengan mendapat pijatan pada bagian yang sakit. Namun, efek pijatan, hanya akan berdampak sesaat untuk gangguan yang sebenarnya serius.

Pada kasus peradangan, misalnya, bisa membuat inflamasi bertambah parah. Lebih baik tangani dengan fisioterapi untuk melancarkan aliran darah sehingga inflamasi mereda. Kalaupun dilakukan pijatan jangan terlalu keras. Cukup diurut perlahan untuk melancarkan aliran darah, seperti yang dilakukan para terapis di spa. Tindakan ini lumayan dapat meringankan rasa sakit. Berbaring di kasur yang keras juga dapat mengurangi nyeri pinggang.

Nyeri pinggang yang ringan juga dapat diatasi dan bahkah dicegah dengan berenang. Berenang merupakan olahraga yang paling ideal untuk mengobati nyeri pinggang. Itu disebabkan, ketika berenang, beban tubuh tidak lagi bertumpu pada pinggang. Berenang juga dapat menguatkan otot sekaligus mengurangi kekakuan otot. Ini dapat mencegah munculnya ganggung nyeri pinggang yang disebabkan oleh kekakuan otot.

Dengan berenang bisa mengurangi nyeri pinggang karena aliran darah lancar. Penderita nyeri pinggang jangan melakukan olahraga beban atau olahraga berat. Karena itu, para ahli medis tidak menyarankan olahraga seperti angkat beban, aerobik atau bersepeda untuk para penderita nyeri sendi. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates