Senin , 20 November 2017
Home » Artikel » Waspadai Patah di 3 Bagian Tulang Bagi Penderita Osteoporosis

Waspadai Patah di 3 Bagian Tulang Bagi Penderita Osteoporosis

Waspadai Patah di 3 Bagian Tulang Bagi Penderita Osteoporosis

Foto: dok. WordPress.com

Waspadai Patah di 3 Bagian Tulang Bagi Penderita Osteoporosis – Ibarat kayu yang digerogoti rayap, gejala pengeroposan tulang (osteoporosis) acap kali tidak tampil di permukaan  sampai penderitanya mengalami cedera atau patah tulang. Penelitian mencatat, tiap tahun ada 9 juta orang yang mengalami patah tulang akibat osteoporosis di dunia atau jika dihitung terjadi setiap tiga detik.

Kasus patah yang terbanyak adalah patah tulang lengan bagian bawah, tulang panggul, dan tulang belakang.  Musababnya, menurut Dokter spesialis ortopedi, Franky Hartono, saat jatuh, tangan secara refleks menyangga badan. Nah, bagi yang mengalami osteoporosis, hal itu akan langsung membuat terjadinya patah tulang.

“Sedangkan patah pada tulang panggul dan tulang belakang biasanya karena saat jatuh, refleks untuk menyangga tersebut terlambat,” kata Kepala Divisi Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopedic Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk ini, beberapa waktu lalu.

Lalu, siapa saja yang bisa mengalami osteoporosis? Siapa pun bisa! Secara garis besar, ada dua faktor yang bisa menyebabkan kekeroposan tulang ini, yakni faktor yang tidak bisa diubah, seperti usia, jenis kelamin perempuan, menopause, riwayat keluarga, postur kecil atau berat badan rendah sehingga kadar massa tulang berkurang. Dan faktor yang bisa diubah, yakni kadar kalsium dan vitamin D yang rendah, kurang makan sayur dan buah, kurang aktivitas dan olahraga, merokok, serta konsumsi alkohol berlebihan.

Dokter spesialis ortopedi, Sunaryo Kusumo, mengatakan osteoporosis ini dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan memperbanyak aktivitas fisik. Selain itu, memperbanyak berjemur di bawah matahari pagi untuk memperbanyak penyerapan kalsium dalam tulang.

Kemudian, pilihlah makanan yang mengandung banyak kalsium, seperti kacang-kacangan, brokoli, dan susu. Aktivitas fisik juga perlu ditambah. Tapi hai-hati dalam memilih olahraga. Bagi penderita kekeroposan tulang, olahraga yang disarankan, antara lain, adalah yoga, pilates, jalan kaki, senam, dan berenang.

Selain itu, perlu dilakukan diagnosis dini. Diagnosis bisa dilakukan dengan mengukur kepadatan tulang melalui bone mass density. Terutama pada bagian tulang yang kerap terjadi patah tulang akibat osteoporosis, seperti pergelangan tangan, tulang panggul, dan tulang belakang.

Kalau sudah ada tanda-tanda, terapi dilakukan dengan banyak cara, seperti mengubah gaya hidup dengan mengurangi merokok dan mengkonsumsi alkohol, banyak berolahraga, serta pemberian obat-obat anti-osteoporosis. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates