Selasa , 17 Oktober 2017
Home » Artikel » Waspadai Skip Challenge Bisa Berujung Kematian

Waspadai Skip Challenge Bisa Berujung Kematian

Waspadai SkipChallenge Bisa Berujung Kematian

Waspadai SkipChallenge Bisa Berujung Kematian (Foto: dok. brilio.net)

Waspadai Skip Challenge Bisa Berujung Kematian – Ada bahaya besar mengintai di balik permainan SkipChallenge di kalangan anak-anak yang sedang heboh akhir-akhir ini. Permainan yang dilakukan dengan cara memberikan tekanan pada dada sambil menahan napas ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius hingga kematian. Para pakar pun mengingatkan risiko permainan yang tengah tren di media sosial ini.

Menurut dr Nastiti Kaswandani SpA(K) Spesialis paru anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Jakarta, SkipChallenge bisa membuat aliran oksigen ke saluran napas menjadi terhambat atau kekurangan oksigen. Kondisi ini disebut juga dengan hipoksia.

“Saat dada ditekan sampai tidak bisa bernapas, orang itu dalam kondisi kekurangan oksigen atau hipoksia. Itu sangat berbahaya. Jadi orang bisa berada dalam kondisi hipoksia hanya sekian detik saja,” papar dr Nastiti di Jakarta, beberapa hari lalu.

Jika kondisi ini dibiarkan dalam waktu yang lama, bisa menyebabkan kondisi yang fatal. Di mana kekurangan oksigen dalam waktu lama memicu sel-sel kekurangan oksigen hingga rusak. Oleh karena itu, dr Nastiti pun menyarankan untuk tidak mengikuti permainan ini. Sebab, jika sudah melampaui batas, kekurangan oksigen dalam jumlah banyak bisa menyebabkan kerusakan sel lebih besar. Parahnya, kondisi ini tidak bisa diperbaiki.

“Contohnya sel otak. Jadi sangat tidak direkomendasikan lah melakukan hal-hal seperti itu. Saat sel-sel otak kekurangan oksigen cukup luas, orang itu bisa stroke atau kemampuan kognitifnya bisa terganggu,” kata dia.

Dalam beberapa kasus, SkipChallenge tak hanya menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran atau pingsan tapi juga kejang. Menurut dr Nastiti, kondisi ini juga disebabkan karena tubuh kekurangan oksigen.

“Kalau setelah melakukan itu dia bisa bangun lagi dan segar lagi, itu sengaja dibikin kekurangan oksigen dalam waktu tidak terlalu lama. Sama dengan kalau kita nahan napas saat nyelam, setelah ke permukaan, tubuh terasa enak,” kata dia. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates